Reduce bounce ratesindo Ulur-Ulur Telaga Buret, Ritual Syukur yang Menghidupkan Tradisi dan Harapan Warga Tulungagung - Indometro Media

Ulur-Ulur Telaga Buret, Ritual Syukur yang Menghidupkan Tradisi dan Harapan Warga Tulungagung

TULUNGAGUNG – Nuansa sakral berpadu dengan semangat kebersamaan terasa kental di kawasan Telaga Buret, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, saat masyarakat kembali menggelar tradisi Ulur-Ulur, Jumat (24/4/2026). Ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud rasa syukur masyarakat atas keberlimpahan sumber air yang menjadi penopang utama kehidupan dan pertanian warga setempat.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, jajaran Muspika Kecamatan Campurdarat, para kepala desa dari Sawo, Ngentrong, Gedangan, dan Gamping beserta perangkatnya, para pinisepuh Paguyuban Sendang Tirto Mulyo, serta masyarakat sekitar yang turut memadati lokasi kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga dan melestarikan tradisi Ulur-Ulur. Ia menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi memiliki makna mendalam sebagai wujud syukur sekaligus bentuk kearifan lokal yang harus terus dijaga.

“Tradisi Ulur-Ulur merupakan warisan leluhur yang sarat nilai spiritual, sosial, dan lingkungan. Ini adalah bentuk nyata rasa syukur masyarakat atas anugerah sumber air dari Telaga Buret yang sangat bermanfaat bagi kehidupan, khususnya sektor pertanian,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Telaga Buret memiliki peran penting dalam mengairi lahan pertanian di Desa Sawo, Gedangan, Ngentrong, dan Gamping, sehingga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani.

Lebih lanjut, Ahmad Baharudin berharap tradisi Ulur-Ulur tidak hanya terus dilestarikan, tetapi juga dikembangkan sebagai potensi wisata budaya. Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan agar tradisi ini semakin dikenal luas, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus memberikan dukungan dan apresiasi terhadap pelestarian budaya lokal. Kami berharap Telaga Buret dan Tradisi Ulur-Ulur dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang membanggakan daerah,” tambahnya.

Selain prosesi adat yang berlangsung khidmat, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Antusiasme warga yang hadir menunjukkan bahwa tradisi Ulur-Ulur tetap hidup dan memiliki nilai penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

Ke depan, Tradisi Ulur-Ulur di Telaga Buret diharapkan terus lestari serta mampu menjadi daya tarik wisata budaya di Tulungagung yang berkontribusi terhadap pelestarian warisan budaya sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.(AG.id

Posting Komentar untuk "Ulur-Ulur Telaga Buret, Ritual Syukur yang Menghidupkan Tradisi dan Harapan Warga Tulungagung"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?