Reduce bounce ratesindo Warga Klumpang Masih Bergulat dengan Krisis Air Bersih, Berikut Tanggapan Penjabat Kepala Desa Kajong dan Camat Reok Barat Manggarai - Indometro Media
banner image

Warga Klumpang Masih Bergulat dengan Krisis Air Bersih, Berikut Tanggapan Penjabat Kepala Desa Kajong dan Camat Reok Barat Manggarai

 











Ruteng, NTT, Indometro.id – Harapan masyarakat Dusun Kajong 1, RT 003 Klumpang, Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk menikmati layanan dasar yang layak masih belum sepenuhnya terwujud. Hingga pertengahan tahun 2026, warga masih menghadapi berbagai persoalan mendasar mulai dari sulitnya akses air bersih, kondisi jalan yang memprihatinkan, keterbatasan sarana sanitasi, hingga rumah tidak layak huni (RTLH).

Penjabat Kepala Desa Kajong, Sebastianus Emon, menyatakan bahwa Kampung Klumpang akan menjadi prioritas apabila program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2026 direalisasikan.

"Satu harapan saya, ketika program RTLH tahun 2026 turun, Kampung Klumpang akan menjadi prioritas," ujar Sebastianus melalui pesan WhatsApp kepada media ini pada 11 Juni 2026;siang.

Ia menjelaskan, Pemerintah Desa Kajong telah mengusulkan sebanyak 90 unit rumah layak huni untuk tahun anggaran 2026 dan seluruh data calon penerima telah diinput.

"Terkait usulan rumah layak huni sebanyak 90 unit, semuanya sudah diinput," katanya.

Menurut Sebastianus, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Klumpang sebenarnya telah berulang kali disampaikan dalam forum Musyawarah Desa (Musdes) maupun Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Aspirasi yang paling sering muncul adalah kebutuhan air minum bersih, perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan sarana MCK, serta bantuan rumah layak huni.

Ia mengakui kondisi yang dihadapi masyarakat cukup memprihatinkan. Jalan menuju kampung sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer masih berbatu sehingga menyulitkan mobilitas warga. Selain itu, akses air bersih masih sangat terbatas, sementara fasilitas sanitasi juga belum memadai.














"Dari sekitar 25 kepala keluarga, hanya delapan unit MCK yang layak digunakan. Persoalan lainnya adalah rumah tidak layak huni yang masih cukup banyak," ungkapnya.

Sebastianus menambahkan bahwa sejak dilantik sebagai Penjabat Kepala Desa Kajong pada Desember 2022, dirinya baru satu kali mengunjungi Kampung Klumpang dan itu dilakukan pada malam hari.

Sementara itu, Camat Reok Barat, Florentinus Laus Hadi, S.Pd menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat Klumpang, termasuk LP KPK dan insan pers yang turun langsung ke lapangan.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian berbagai pihak terhadap kondisi masyarakat di Kampung Klumpang. Kehadiran LP KPK dan teman-teman media menjadi bentuk perhatian terhadap situasi yang ada," ujarnya.

Florentinus mengakui bahwa kondisi yang dialami masyarakat saat ini memang belum memenuhi standar pelayanan dasar yang ideal. Karena itu, pemerintah kecamatan berkomitmen untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi secara bertahap.














"Ini adalah situasi yang memang belum sesuai harapan. Sebagai pemerintah, kami akan berupaya bersama berbagai pihak agar persoalan tersebut bisa ditangani secara bertahap," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Florentinus berencana mengunjungi Kampung Klumpang pada Jumat, 12 Juni 2026, besok untuk melihat langsung kondisi yang dihadapi masyarakat.

Kondisi warga Klumpang menjadi perhatian publik setelah sejumlah pemberitaan mengungkap sulitnya akses air bersih yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Setiap hari warga harus berjalan sekitar 500 meter menuju sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti memasak, minum, mencuci, dan mandi.

Ketua RT 01 Dusun Klumpang, Kanisius Kungkung, mengatakan bahwa kebutuhan air bersih selalu menjadi usulan prioritas dalam setiap Musyawarah Dusun maupun Musyawarah Desa. Namun hingga kini, usulan tersebut belum terealisasi.










"Program air bersih selalu kami usulkan karena merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Sampai sekarang masyarakat masih menunggu realisasinya," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan tokoh masyarakat Klumpang, Marsianus Min. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 sempat dilakukan survei sumber mata air oleh tim terkait bersama aparat TNI. Saat itu warga berharap pembangunan sarana air bersih segera dilaksanakan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang dirasakan masyarakat.

Menurut Marsianus, kondisi tersebut semakin berat bagi perempuan, anak-anak, dan kelompok lanjut usia yang harus menghabiskan tenaga setiap hari untuk mengambil air.

Ia juga mengingatkan bahwa Klumpang memiliki nilai sejarah penting karena merupakan kampung awal yang menjadi cikal bakal terbentuknya Desa Kajong.

"Klumpang adalah kampung tua yang memiliki sejarah bagi Desa Kajong. Karena itu kami berharap pemerintah memberikan perhatian yang adil agar wilayah ini tidak terus tertinggal," katanya.

Selain persoalan air bersih, warga juga berharap adanya peningkatan kualitas jalan, pembangunan fasilitas sanitasi yang memadai, serta bantuan rumah layak huni bagi keluarga yang membutuhkan.

Masyarakat berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi diwujudkan melalui program pembangunan yang nyata dan dapat langsung dirasakan manfaatnya.

Bagi warga Klumpang, kebutuhan akan air bersih, jalan yang layak, dan hunian yang memadai bukan sekadar harapan, melainkan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup mereka. Setelah bertahun-tahun menanti, masyarakat kini berharap berbagai persoalan tersebut dapat segera mendapat solusi konkret sehingga pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.     (****)



Posting Komentar untuk "Warga Klumpang Masih Bergulat dengan Krisis Air Bersih, Berikut Tanggapan Penjabat Kepala Desa Kajong dan Camat Reok Barat Manggarai"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?