Reduce bounce ratesindo Dua SPPG di Gadingrejo Gunakan Nomor ID yang Sama, Polemik Kian Memanas, PIC dan Yayasan Beri Penjelasan - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Dua SPPG di Gadingrejo Gunakan Nomor ID yang Sama, Polemik Kian Memanas, PIC dan Yayasan Beri Penjelasan


Pringsewu, indometro.id – Polemik dugaan penggunaan satu nomor identitas (ID) untuk dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, semakin memanas. Perbedaan keterangan dari para pihak terkait memunculkan pertanyaan mengenai validitas data dan mekanisme penetapan ID SPPG.

PIC SPPG Tambahrejo, Suendra Caksono, mengatakan bahwa dirinya merupakan perwakilan dari Yayasan Antartika Indonesia Raya Sumatera Utara yang telah menjalankan seluruh tahapan pembangunan sesuai tugas dan fungsi serta standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Suendra, pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana SPPG sesuai ketentuan, termasuk merekrut relawan lokal yang berasal dari kelompok masyarakat miskin kategori desil satu dan dua.

"Seluruh persyaratan telah kami penuhi sesuai standar BGN, termasuk perekrutan relawan lokal. Saat ini progres pembangunan dapur berdasarkan data telah mencapai sekitar 70 persen," ujar Suendra saat dikonfirmasi di kediamannya, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, lokasi awal pembangunan SPPG direncanakan berada di Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gadingrejo. Namun, karena adanya kendala teknis di lapangan, yayasan telah mengajukan surat kepada BGN untuk memindahkan lokasi pembangunan ke Pekon Tambahrejo.

Suendra juga mempertanyakan pembangunan SPPG di Pekon Mataram yang disebut menggunakan nomor ID yang sama dengan miliknya.

"Satu nomor ID seharusnya hanya untuk satu dapur dan satu orang PIC. Kalau untuk SPPG Mataram saya tidak tahu," tegasnya.

Sebelumnya, Fiana Lorensia juga menyatakan bahwa nomor ID SPPG yang menjadi polemik merupakan miliknya dan digunakan untuk pembangunan dapur di Pekon Mataram.

Menurut Fiana, setelah proses pembangunan berjalan, baru diketahui terdapat penggunaan nomor ID yang sama. Hingga kini, penyebab munculnya duplikasi tersebut masih belum diketahui.

"Nomor ID itu milik saya dan saya bangun di Mataram. Setelah proses pembangunan ternyata ada yang sama. Kami masih mencari tahu penyebabnya. Dugaan saya mungkin ada kebocoran SSID karena banyak oknum yang bermain. Selama yayasan telah mengonfirmasi bahwa pengajuan kami sah dan kami telah menjadi mitra, saya tetap melanjutkan pembangunan," kata Fiana.

Terpisah, Dewan Pembina Yayasan Antartika Indonesia Raya Sumatera Utara, Ramses Sitorus, S.M., M.M., M.H., meminta agar pihak yang mengklaim menggunakan ID dapur milik yayasannya dapat menjelaskan asal-usul perolehan ID tersebut.

"Kalau ada yang menggunakan ID dapur yayasan kami, tolong dijelaskan diperoleh dari siapa. Apakah mereka mengenal saya sebagai Ramses Sitorus?" ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait dugaan penggunaan satu nomor ID pada dua lokasi SPPG di Kecamatan Gadingrejo. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak BGN guna memperoleh penjelasan mengenai mekanisme penerbitan dan validasi nomor ID SPPG tersebut.(*)

Posting Komentar untuk "Dua SPPG di Gadingrejo Gunakan Nomor ID yang Sama, Polemik Kian Memanas, PIC dan Yayasan Beri Penjelasan"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?