TULUNGAGUNG – Indometro.id-Suasana hangat dan penuh penghormatan mewarnai acara pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II.B Tulungagung yang digelar pada Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD, pimpinan OPD, instansi vertikal, serta seluruh pegawai lapas dan tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan serah terima jabatan dari Kepala Lapas lama, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, kepada Kepala Lapas yang baru, Muhammad Kurnia. Momentum ini menjadi bagian penting dalam kesinambungan kepemimpinan sekaligus penguatan sinergi antarinstansi.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Ma’ruf Prasetyo Hadianto selama memimpin Lapas Kelas II.B Tulungagung. Ia menilai, sinergi yang terjalin antara lapas dengan pemerintah daerah, Forkopimda, serta berbagai pihak berjalan baik dan memberikan dampak positif, khususnya dalam pembinaan warga binaan.
“Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan. Semoga di tempat tugas yang baru, dapat terus memberikan kontribusi terbaik dan meraih kesuksesan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Kepemimpinan Ma’ruf dinilai meninggalkan kesan mendalam, baik bagi jajaran internal maupun masyarakat. Sosoknya dianggap mampu menjadi teladan serta membangun hubungan yang harmonis, termasuk dengan warga binaan.
Sementara itu, kepada Kepala Lapas yang baru, Muhammad Kurnia, disampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas di Kabupaten Tulungagung. Diharapkan, kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan bahkan meningkatkan sinergi yang telah terbangun.
Ahmad Baharudin menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai wadah pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku.
“Pembinaan tidak hanya soal menjalani masa hukuman, tetapi bagaimana membangun kembali mental, keterampilan, serta kesiapan sosial warga binaan agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga menaruh harapan besar agar program pembinaan di Lapas Kelas II.B Tulungagung semakin optimal, khususnya dalam membentuk warga binaan yang mandiri, taat hukum, dan siap kembali ke masyarakat.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pergantian jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Namun demikian, setiap pejabat tetap dituntut menjaga integritas, profesionalisme, inovasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Dengan kepemimpinan baru, diharapkan Lapas Kelas II.B Tulungagung semakin inovatif dalam menjalankan fungsi pembinaan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi terwujudnya sistem pemasyarakatan yang humanis dan produktif.
Acara pisah sambut ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama sekaligus penyambutan pejabat baru dalam suasana penuh kekeluargaan.(AG



Posting Komentar untuk "Pergantian Kalapas Tulungagung, Pemkab Dorong Lapas Lebih Inovatif dan Humanis"