Ticker

6/recent/Ticker-posts

Di Temukan Seorang Mayat Di PT.CSIL Asahan

Indometro.co | Asahan - Diareal perkebunan kelapa sawit PT. CSIL Blok D14 Dusun XII Desa Perbangunan,Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan ditemukan Seorang Mayat Laki laki.

Ketika dikonfirmasi ,Kapolsek Sei Kepayang AKP Sabran MP, SH melalui Kanit Reskrim Polsek Sei Kepayang Ipda Boris Pardosi, SH membenarkan bahwa  Senin, (16/1/21)sekira pukul 17.00 Wib Kapolsek Sei Kepayang AKP Sabran MP, SH mendapat informasi bahwa di areal perkebunan PT. CSIL ada ditemukan mayat seorang laki-laki.




Atas informasi itu,Kapolsek bersama Kanit Reskrim dan anggota berangkat ke TKP, dan setelah tiba di TKP sekira pukul 19.00 Wib ditemukan seorang laki-laki tergeletak di bawah pohon kelapa sawit, yang diketahui merupakan karyawan PT. CSIL bernama Zainal Abidin Marpaung (54),Dusun Kapias Batu VIII Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan dan ketika diperiksa pada pergelangan tangan tidak ada denyut nadi(sudah meninggal dunia).

"Kemudian mayat tersebut  dibawa ke RSUD Tanjungbalai untuk dilakukan pemeriksaan luar dan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada korban,"sebut Kanit Reskrim.

Lanjut Ipda Boris Pardosi,bahwa menurut keterangan saksi di lapangan bahwa sebelumnya sekira Pukul 14.00 Wib korban bersama saksi Nuar Irawan, Sumaji, dan Surianto melaksanakan tugas borongan membabat rumput di Blok D14 PT. CSIL, dan sekira pukul 16.00 Wib ketiga saksi-saksi yang sudah selesai membabat rumput sampai ke ujung blok merasa heran karena korban masih belum selesai.

Kemudian ketiga saksi-saksi menyusul dan melakukan pengecekan ternyata korban ditemukan sudah tergeletak di bawah pohon kelapa sawit, Lalu saksi-saksi mencoba membangunkan namun korban sudah tidak bergerak dan denyut nadi tidak ada (meninggal dunia).

"Berdasarkan keterangan saksi diketahui selama ini korban memiliki riwayat sakit hipertensi selanjutnya saksi-saksi melaporkan kejadian tersebut kepada asisten dan pihak perkebunan PT. CSIL melaporkan ke Polsek Sei Kepayang,"ucap Ipda Boris Pardosi.

Sambungnya lagi,setelah pihak keluarga yang diwakili anak kandung bernama Ade Ariyanti membuat surat Pernyataan menolak otopsi.

"Selanjutnya mayat korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan,"akhiri Ipda Boris Pardosi. (Ilham Anugrah Sambas)

Artikel Terkait