Reduce bounce ratesindo Usai Dilantik Jadi Kades, Bung Madi Kenang Jalan Panjang Menang Pilkades Tanpa Uang - Indometro Media

Usai Dilantik Jadi Kades, Bung Madi Kenang Jalan Panjang Menang Pilkades Tanpa Uang

Simeulue, Indometro.id – Di sebuah warung kopi sederhana di Kota Sinabang, sehari usai pelantikan kepala desa serentak, Sumadi atau yang akrab disapa Bung Madi duduk santai sambil menyeruput kopi. Tak ada euforia berlebihan. Padahal, pria yang lama dikenal sebagai wartawan itu baru saja mencatatkan sejarah pribadinya, menang Pilkades Busung Indah tanpa politik uang dan resmi dilantik sebagai kepala desa periode 2026–2032. Jum’at, 30 Januari 2026.

Bung Madi resmi dilantik bersama 87 kepala desa lainnya oleh Bupati Simeulue, Mohammad Nasrun Mikaris pada 29 Januari kemarin diruang paripurna DPRK Simeulue. Ia sendiri dipercaya memimpin Desa Busung Indah kecamatan Teupah Tengah kabupaten Simeulue. 

Sebelumnya, Bung Madi lebih dikenal sebagai seorang wartawan. Namun panggilan pengabdian datang dari tempat yang paling dekat dengan hidupnya, yaitu desa. Sejak tahapan Pilkades dimulai, dorongan dari para tokoh masyarakat saat itu terus mengalir. Mereka meminta Bung Madi maju sebagai calon kepala desa Busung Indah. 

Di sisi lain, batinnya bergejolak. Ia sadar betul, kontestasi politik bahkan kerap identik dengan biaya besar. Sebuah bayangan yang sempat membuatnya ragu. Namun hasrat untuk mengabdi dan membangun desa dengan kemampuan yang ia miliki perlahan mengalahkan keraguan itu.

“Waktu itu saya berpikir panjang. Tapi dorongan masyarakat dan niat untuk berbuat membuat saya memberanikan diri”. Kenangnya.

Lahir niat tulus dan do’a orang terdekat nya, saat itu Bung Madi akhirnya memberanikan diri mengantarkan dokumen pendaftaran sebagai calon kepala desa. Ia maju bukan dengan modal besar, melainkan dengan keyakinan dan kepercayaan.

Biasanya di masa kampanye, para calon gencar mengumbar janji dan iming-iming, Bung Madi memilih jalan berbeda. Ia hanya menyampaikan program kerja yang realistis jika kelak terpilih. Tanpa janji berlebihan, apalagi politik uang.

“Kita tidak punya itu, kawan”. Ucapnya sambil seloroh. 

Hari pencoblosan pun tiba. Tak banyak yang ia harapkan selain doa. Namun nasib berpihak. Dari tiga rivalnya, Bung Madi berhasil meraih suara terbanyak, sebuah hasil yang menjadi bukti bahwa kepercayaan publik masih bisa tumbuh tanpa transaksi.

“Alhamdulillah, berkat kepercayaan warga Busung Indah, saya sudah dilantik. Ini bukan kemenangan saya pribadi, tapi kemenangan seluruh masyarakat desa Busung”. Ujarnya penuh syukur.

Kini, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Di tengah kondisi Transfer Dana Desa dari pusat yang berkurang hampir 70 persen, Bung Madi menyadari bahwa mewujudkan seluruh program bukan perkara mudah. Namun ia tak kehilangan optimisme.

“Ini memang tantangan berat, tapi saya yakin bersama masyarakat kita bisa mencari solusi”. Katanya mantap.

Baginya, niat baik sejak awal adalah modal utama. Dengan tidak terbebani hutang politik karena minim biaya kampanye, Bung Madi merasa lebih leluasa bergerak dan berpihak pada kepentingan warga.

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Bung Madi berencana menggelar MTQ tingkat Desa Busung Indah dalam waktu dekat, bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan. Sebuah ikhtiar untuk membangun desa, tak hanya secara fisik, tetapi juga spiritual. (A²n) 

Posting Komentar untuk "Usai Dilantik Jadi Kades, Bung Madi Kenang Jalan Panjang Menang Pilkades Tanpa Uang"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?