Ticker

6/recent/Ticker-posts

Kisruh Selisih Harga Daging Ayam, 2 Kepala Dinas Banyuwangi Turun Tangan


Banyuwangi, Indometro.id - Kisruh antar pedagang daging ayam di Pasar Srono Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi terkait selisih harga jual lebih rendah oleh salah satu pedagang membuat beberapa Dinas turun tangan.


Rabu pagi (20/01/2021) Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, Nanin Oktaviantie dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi mendatangi pasar Srono didampingi perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Abdurrozak dan turut hadir juga Satpol PP DKO Kecamatan Srono.



Menurut sita (40) salah satu pedagang ayam saat di konfirmasi oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, Nani Oktaviantie menyampaikan bahwasanya ada salah satu pedagang yang menjual daging ayam di bawah harga pasar, selisihnya mencapai 3000 rupiah sehingga merugikan para pedagang lainnya.



“Masak jual ayam selisih sampai 3ribu dengan harga pasaran, jelas hal itu bisa merugikan pedagang lainnya,” tutur Sita.



Terlihat dilapak milik salah satu pedagang terpampang harga 27.000 ribu sedangkan daging ayam per-hari ini harga normalnya adalah 30.000 rupiah. 



Saat pemilik lapak dikonfirmasi oleh petugas, pedagang tersebut menyampaikan jika dirinya mau menjual dengan harga berapapun adalah haknya.

“Saya mau menjual daging ayam dengan harga berapa saja boleh, itu hak interen saya pak,” ujarnya dengan nada tinggi.



“Justru saya menjual harga segini karna saya merasa di hianati oleh mereka (para pedagang daging ayam lainnya), dulu mereka ambil ayam sama saya tapi kenapa setelah sepakat memasang plakat harga mereka menurunkan harga diam diam.”



Menyikapi hal tersebut, Husnul Chotimah selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup menginstruksikan Kepala Pasar untuk segera mencopot plakat harga di masing masing lapak.

“Agar tidak menjadi konflik berkepanjangan antar pedagang, saya minta kepala pasar dengan dibantu oleh Satpol PP Kecamatan supaya segera mencopot plakat harga itu, dan kami akan memediasi para pedagang secepatnya.” Tegas Husnul.



Sedangkan Kepala bidang peternakan Abdulrozzak, saat dikonfirmasi oleh awak media menegaskan, akan memanggil para pedagang ayam untuk segera mungkin diadakan mediasi oleh beberapa pihak terkait permasalahan ini.

“Supaya masalah ini cepat selesai dan tidak ada konfik antar pedagang masalah persaingan harga serta akan mengecek surat keterangan pemakaian Fasilitas pasar daerah pelapak masa berlakunya.” tegasnya.



Kepala DKO Satpol PP Kecamatan Srono, Sandono menegaskan akan langsung bertindak jika sudah dapat instruksi dari Kepala Pasar. “Tergantung kepala pasar, nanti saya cuma mengamankan, misal kepala pasar meminta menurunkan plakat harga tersebut kita bisa langsung turunkan”.


(Agung)

Artikel Terkait