Polres Madina Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada 2020 - Indometro Media

Berita Terbaru

Thursday, August 6, 2020

Polres Madina Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada 2020

Baca Juga

Personil Polres Madina Saat melakukan Simulasi Pengamanan Pilkada 2020

Mandailing Natal, indometro.id - Polisi Resort Mandailing Natal (Polres Madina) menggrlar Simulasi Sistem pengamanan dalam rangka kesiapan pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020.

Kamis 06/08/2020 di lapangan alun-alun Aek Godang Kelurahan Dalan lidang, Kecamatan Panyabungan, Madina.

Massa yang berjumlah 250 orang bentrok dengan petugas kepolisian yang terdiri dari Satuan Polres Madina ditambah satuan Brigade mobile (Brimob) yang didatangkan dari Bataliyon C Sipirok.
Dalam simulasi tersebut, tampak ada beberapa strategi yang diterapkan oleh satuan pengamanan dalam memukul mundur massa yang semakin brutal melempari aparat kepolisian dengan air mineral kemasan gelas.

Selanjutnya, pihak kepolisian lantas membalas dengan menembakkan water cannon kearah kerumunan massa. Aparat kepolisian juga menembakkan gas air mata kosong untuk memecah konsentrasi dan membubarkan massa.

Bupati Madina, Drs. Dahlan Hasan Nasution dalam sambutannya meminta agar seluruh elemen seperti Pemkab Madina, Ulama, Pendeta, TNI/Polri agar saling bekerja sama menjaga ke kondusifan ditengah masyarakat bumi gordang sambilan.

"Para ulana, pendeta agar memberikan pencerahan sekaligus sebagai penyejuk
Kapolres Madina, Horas Tua Silalahi menerangkan bahwa simulasi ini sebagai bentuk persiapan pihak keamanan dalam menghadapi kemungkinan terburuk dalam proses pengamanan berlangsungnya pilkada serentak 2020 mendatang.

"Simulasi sebagai persiapan, kita upayakan kita siap menghadapi situasi terburuk, tentunya dengan menggandeng seluruh stakeholder yang ada. Total pemerannya ada 590 orang termasuk dengan 1 kompi Brimob. Untuk massa ada 250 orang," jelasnya.
Selain itu, Horas juga sangat berharap kepada masyarakat agar tetap menjaga ukhwah, jangan sampai terpecah karena persoalan politik.

"Kritis boleh, tapi ada nilai nilai kesantunan yang harus dijaga. Yang terpenting itu ukhwah, jangan sampai ternoda karena pertarungan politik maupun hasutan orang orang tertentu," pungkasnya mengakhiri.

Dalam acara tersebut turut dihadiro Forkopimda DPRD Madina, KODIM 0212/TS, KAJARI Madina MADINA, KPUD Madina, Bawaslu Madina, MUI Madina, OKP dan Ormas, hingga masyarakat Madina yang antusias menyaksikan acara simulasi tersebut.
(fadly)

No comments:

Post a Comment