Ketapang Kalbar, INDOMETRO.ID
MINGGU,08/02/2026
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Dengan
memohon rahmat dan ridha Allah Subhanahu wa Ta‘ala,kami menyampaikan himbauan ini
kepada seluruh jamaah kaum muslimin dan
muslimat di manapun berada.
Takkan Melayu hilang ditelan zaman. Selagi adat dijunjung, sejarah dikenang, dan agama dijaga, selagi itulah marwah perjuangan
leluhur tetap hidup dalam denyut nadi anak cucu.
Sehubungan dengan telah dilaksanakannya gotong royong di Makam Uti Usman yang terletak di Benteng Kedang, kami mengajak seluruh umat Islam untuk menyatukan
langkah, menyatukan niat, dan menyatukan kepedulian dalam menjaga nilai-nilai luhur agama Allah SWT yang telah diperjuangkan
oleh para pahlawan Kedang terdahulu.
Maka dengan ini kami mengajak dan menghimbau seluruh jamaah kaum muslimin dan muslimat, untuk berkenan hadir dalam Ziarah Akbar yang insyaAllah akan
dilaksanakan pada
Sabtu, 7 Februari 2026
Adapun rangkaian ziarah akan dimulai dari.
Makam Tentemak di Pengatapan
Dilanjutkan ke Makam KH Muhammad Said di Tumbang Titi
Dan penutupan di Makam Uti Unggal atau Uti Usman di Benteng Kedang, Pengancing, Desa Segarwangi
Ziarah ini bukan semata perjalanan jasad, melainkan perjalanan hati—untuk mengambil hikmah, meneguhkan iman, serta menghadiahkan doa kepada para pahlawan yang telah berkorban demi agama, adat, dan negeri.
Sebagai pengingat akan sejarah dan
semangat Perang Kedang, kami sampaikan pantun Melayu.
Benteng Kedang berdiri teguh,
Disiram hujan ditempa panas,
Darah pejuang tumpah bersimbah tubuh,
Demi agama adat dijaga ikhlas.
Perang Kedang bukan sekadar cerita,
Bukan pula dongeng masa silam,
Ia wasiat penuh makna,
Agar Melayu beragama tetap berpegang
dalam.
Dihadiri beberapa elemen,MUI kecamatan tumbang titi dan kecamatan sekitar nya,
MWC NU kecamatan tumbang titi dan sekitarnya, Banser Ansor, beberapa suku di antara nya Melayu,Dayak, jawa, Sunda, dan lainnya.
Semoga langkah kita diberkahi,niat kita dimurnikan, dan doa-doa yang kita panjatkan menjadi cahaya bagi para pahlawan serta generasi yang akan datang.


Posting Komentar untuk ""Takkan Melayu Hilang Ditelan Zaman""