Mengenang Tokoh Indragiri Pendiri Riau 1957 - Indometro Media

Berita Terbaru

Tuesday, August 11, 2020

Mengenang Tokoh Indragiri Pendiri Riau 1957

Baca Juga

asripilyadi,SE.MM



Riau, indometro.id - Indragiri salah satu kabupaten di Provinsi Riau dikenal dengan "Kota Bersejarah," letaknya berbatasan dengan Jambi, Pelelawan, Sumatra Barat dan Kampar.

Indragiri adalah bagian dari Sumatra Bagian Tengah (Sumbagteng), dimana Provinsi Riau belum terbentuk, terkenal dengan penghasil minyak dan pasokan batu bara yang tidak pernah habis jika terkelola dengan baik.

Secara keseluruhan Riau adalah berlimpah hasil bumi, kaya dengan sumber daya manusia, potensi itu adalah mungkin salah satu pemicu lahirlah pemikiran bahwa Riau harus bangkit dan menjadi diri sendiri, dipimpin oleh anak negeri.

Banyak sumber menyebutkan bahwa, tokoh Asal Indragiri mulai bermunculan ke ranah politik, namun menjadi sorotan adalah putra terbaik bernama  Ma'rifat Mardjani, karena pada masa itu belajar menuntut ilmu ditanah Candung terkenal dengan pondok Pesantrennya. Ma'rifat Mardjani setelah selesai pendidikan, ingin meniti karir di dunia politik dan memilih  bergabung kesalah satu partai bernuasa Islam pada 1950 an, PERTI adalah tempat berlabuh.

Melalu proses yang panjang akhirnya tahun 1955 terpilih menjadi anggota Parlemen Republik Indonesia dari wilayah pemilihan Riau, satu satu nya putra terbaik Indragiri, yang terlahir dari Hulu Kuantan, Kuantan Singingi, akhirnya selama menjadi Anggota Parlemen tinggal di Jakarta.

Bertolak ingin memajukan Riau, mensejahterakan masyarakat, pembangunan yang merata, bersatu bersama rakyat Riau dari barat, timur, utara dan selatan membaca peluang dan kesempatan baik untuk memisahkan Riau dari Sumatra Bagian Tengah pada waktu itu berpusat di Bukit Tinggi.

Pada tahun 1955 saat duduk di Parlemen RI, berlandaskan Undang - Undang yang berlaku pada masa itu, syarat berdiri sendiri harus ada satu putra Riau duduk di Parlemen RI, persyaratan itu terpenuhi Ma'rifat Mardjani adalah sosoknya.

Mulailah perjuangan, menyusun strategi, mencari dukungan hingga berpidato politik meminta kepada Presiden RI Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta agar membuat keputusan memisahkan Riau dari Sumatra Bagian Tengah.

Perjuangan yang gagah berani, gigih tanpa menyerah dan tanpa pamrih, berhasil menjadikan Riau berdiri dan sebuah Provinsi Baru 9 Agustus 1957, hingga setakat ini Riau sudah berumur 63 tahun.

Salah satu anak Ma'rifat Mardjani Ir.Nariman Hadi. MM menyebutkan, perjuangan mendirikan Riau berpisah dari Sumatra Bagian Tengah bukan hal mudah, karena kegigihan, kepintaran Ma'rifat Mardjani akhirnya berhasil.

" Bukti sejarah masih ada. Dokumen terkait itu tersimpan rapi hingga saat ini," ujarnya.

Mengenang dan menggali sejarah adalah sesuatu yang sangat bernilai tinggi, dapat menjadi literatur dalam penelitian lebih lanjut agar generasi mendapatkan pendidikan dan mencitai sejarah.

Kota Indragiri tidak lama setelah itu, terus berbenah, pembangunan menggeliat, singkat cerita berdiri pulalah Indragiri Hilir dan Kuantan Singingi menjadi kabupaten baru di Riau, Indragiri berubah menjadi Indragiri Hulu.

Pergantian pimpinan di Indragiri Hulu, sangat terasa masih ada masyarakat yang terbelakang, wilayah yang jauh dari keramaian,  penduduk dengan wlaejumlah warga minim bahasa Indonesia dan kesejahteraan.

Menatap Masa Depan Indragiri Hulu

Pemimpin yang dipercayakan oleh masyarakat selama ini sudah berbuat maksimal, berupaya keras membangun daerah hingga ke pelosok desa terpencil, tapi ternyata masih ada  juga yang sulit dijangkau infrastruktur yang minim, maka melalui tangan peimimpin baru kedepan diharapkan dapat lebih baik.

Pemimpin yang berorientasi pembangunan Kota, karena masyarakat rindu kota yang sejuk, maju dan pusat ekonomi bagi warga, pusat wisata Riau karena potensi yang ada bisa dioptimalkan.

Dua Kota yang mutlak menjadi prioritas yakni Rengat Barat Pusat Perkantoran Pemerintah Kabupaten, mesti jalan dua jalur terbangun, ada Masjid Agung yang megah, pasar yang representatif, begitu juga Rengat menjadi pusat perekonomian yang selayaknya lebih optimal, dengan obejk wisata danau rajanya, pasar rakyat dan pusat pendidikan anak negeri

Mulailah perjuangan, menyusun strategi, mencari dukungan hingga berpidato politik meminta kepada Presiden RI Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta agar membuat keputusan memisahkan Riau dari Sumatra Bagian Tengah.

Perjuangan yang gagah berani, gigih tanpa menyerah dan tanpa pamrih, berhasil menjadikan Riau berdiri dan sebuah Provinsi Baru 9 Agustus 1957, hingga setakat ini Riau sudah berumur 63 tahun.

Salah satu anak Ma'rifat Mardjani Ir.Nariman Hadi. MM menyebutkan, perjuangan mendirikan Riau berpisah dari Sumatra Bagian Tengah bukan hal mudah, karena kegigihan, kepintaran Ma'rifat Mardjani akhirnya berhasil.

" Bukti sejarah masih ada. Dokumen terkait itu tersimpan rapi hingga saat ini," ujarnya.

Mengenang dan menggali sejarah adalah sesuatu yang sangat bernilai tinggi, dapat menjadi literatur dalam penelitian lebih lanjut agar generasi mendapatkan pendidikan dan mencitai sejarah.

Kota Indragiri tidak lama setelah itu, terus berbenah, pembangunan menggeliat, singkat cerita berdiri pulalah Indragiri Hilir dan Kuantan Singingi menjadi kabupaten baru di Riau, Indragiri berubah menjadi Indragiri Hulu.

Pergantian pimpinan di Indragiri Hulu, sangat terasa masih ada masyarakat yang terbelakang, wilayah yang jauh dari keramaian,  penduduk dengan wlaejumlah warga minim bahasa Indonesia dan kesejahteraan.

Menatap Masa Depan Indragiri Hulu

Pemimpin yang dipercayakan oleh masyarakat selama ini sudah berbuat maksimal, berupaya keras membangun daerah hingga ke pelosok desa terpencil, tapi ternyata masih ada  juga yang sulit dijangkau infrastruktur yang minim, maka melalui tangan peimimpin baru kedepan diharapkan dapat lebih baik.

Pemimpin yang berorientasi pembangunan Kota, karena masyarakat rindu kota yang sejuk, maju dan pusat ekonomi bagi warga, pusat wisata Riau karena potensi yang ada bisa dioptimalkan.

Dua Kota yang mutlak menjadi prioritas yakni Rengat Barat Pusat Perkantoran Pemerintah Kabupaten, mesti jalan dua jalur terbangun, ada Masjid Agung yang megah, pasar yang representatif, begitu juga Rengat menjadi pusat perekonomian yang selayaknya lebih optimal, dengan obejk wisata danau rajanya, pasar rakyat dan pusat pendidikan anak negeri.

Tamsur salah satu warga Indragiri Hulu menyebutkan, mengenang, menggali dan mencintai sejarah bukti bangsa yang besar.

" Jangan lupakan sejarah, mari berperan aktif menulis dan melestarikan nilai sejarah itu," ujar Tamsur.

Tokoh besar Ma'rifat Mardjani adalah putra terbaik Indragiri, belajar dan ambil hikmah dari perjuangannya yang tanpa pamrih agar Indragiri Hulu lebih maju lagi.
Oleh : Asripilyadi.SE.MM

No comments:

Post a Comment