Reduce bounce ratesindo JALAN RUSAK PARAH, WARGA BERTARUH NYAWA: PEMDA KETAPANG MAU MENUNGGU KORBAN DULU? - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

JALAN RUSAK PARAH, WARGA BERTARUH NYAWA: PEMDA KETAPANG MAU MENUNGGU KORBAN DULU?

Ketapang, KalbarIndoMetro.
Potret buruk infrastruktur kembali terlihat di wilayah pelosok Kabupaten Ketapang. Jalan akses utama menuju SMK Negeri 1 Jelai Hulu, Desa Kesuma Jaya, Kecamatan Jelai Hulu, dilaporkan mengalami kerusakan parah dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.


Jalan yang menjadi salah satu akses utama masyarakat dan anak-anak sekolah tersebut kondisinya terjal, sempit, dipenuhi semak belukar serta lubang-lubang dalam. Yang lebih mengkhawatirkan, pada salah satu bagian jalan terdapat jalur sempit yang mengarah ke jurang dengan Sungai Jelai berada di bawahnya.

Jumat,7/7/2026.Kondisi tersebut tentu bukan persoalan sepele.


Saat musim kemarau saja masyarakat mengaku kesulitan melintas. Lantas bagaimana ketika hujan turun dan permukaan jalan menjadi licin?

Pertanyaan besarnya apakah pemerintah harus menunggu ada kendaraan masuk jurang atau korban jiwa terlebih dahulu baru bergerak?

Warga Sudah Bergerak, Pemerintah Kapan?

Wakhid, salah seorang pengurus Desa Kesuma Jaya, mengungkapkan bahwa jalan tersebut sebelumnya pernah dibangun oleh salah satu anggota DPR RI beberapa tahun lalu.


Pembangunan tersebut, kata dia, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun seiring waktu dan kondisi cuaca, khususnya musim hujan, sejumlah bagian jalan kembali mengalami kerusakan dan berlubang.

Yang menarik, ketika kondisi jalan kembali memprihatinkan, justru masyarakat dan pihak swasta yang bergerak.


Beberapa bulan lalu, pengusaha muda asal Desa Kesuma Jaya, Ayatullah Fardini atau yang akrab disapa Yayat, disebut turun tangan membantu memperbaiki jalan menggunakan dump truck dan excavator miliknya.

Bantuan tersebut dilakukan menggunakan dana pribadi setelah adanya permintaan masyarakat setempat.

Ini menjadi ironi.


Ketika masyarakat sudah mengeluarkan tenaga dan pengusaha mengeluarkan biaya pribadi untuk memperbaiki akses publik, ke mana perhatian pemerintah daerah?

Jalan Alternatif Juga Putus


Persoalan tidak berhenti di jalan utama.

Warga juga menyebut terdapat jalan alternatif dari kompleks pemakaman umum menuju jembatan kerangka baja. Namun akses tersebut juga tidak bisa diandalkan karena gorong-gorong di jalur tersebut mengalami kerusakan hingga putus.


Artinya, masyarakat dihadapkan pada pilihan yang sama-sama sulit.

Jalan utama rusak dan berbahaya, sementara jalan alternatif juga mengalami kerusakan.

Dalam kondisi seperti ini, masyarakat tentu berhak mempertanyakan sejauh mana pemerintah melakukan pemantauan dan pemeliharaan infrastruktur di wilayah tersebut.


Gotong Royong Lagi, Lagi-Lagi Warga yang Bergerak

Wakhid menambahkan, berdasarkan hasil musyawarah warga, masyarakat berencana melakukan gotong royong secara swadaya pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Semangat masyarakat patut diapresiasi.

Namun pemerintah jangan sampai salah memahami keadaan.


Gotong royong adalah bentuk kepedulian masyarakat, bukan pengganti kewajiban pemerintah.

Masyarakat tidak seharusnya terus-menerus diminta menyelesaikan persoalan infrastruktur dengan tenaga dan biaya sendiri.

Apalagi persoalan tersebut menyangkut akses pendidikan dan keselamatan masyarakat.


Tokoh Pemuda: Jangan Sampai Jalan Ini Menunggu Korban

Juhar, tokoh pemuda setempat, menyampaikan kepada awak media Jelai Sekayuk News bahwa masyarakat telah berusaha melakukan gotong royong secara swadaya.

Namun setelah dilakukan pengecekan di lokasi, kondisi tanah yang keras membuat pekerjaan tidak dapat dilakukan secara maksimal hanya dengan tenaga manual.

Ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang, anggota DPRD Dapil 4 maupun pihak perusahaan swasta dapat memberikan perhatian serius dan membantu memperbaiki jalan tersebut.

Pasalnya, jalan itu menjadi salah satu akses utama masyarakat dari beberapa desa, termasuk anak-anak sekolah.


Tamparan untuk Pemerintah dan Wakil Rakyat

Kondisi ini semestinya menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Ketapang dan para wakil rakyat.

Jangan sampai masyarakat hanya didatangi ketika membutuhkan suara dalam pemilu, tetapi ketika membutuhkan jalan yang aman justru harus berjuang sendiri.


Jalan rusak bukan sekadar persoalan kenyamanan. Ini menyangkut keselamatan, pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat.


Jika akses menuju sekolah saja berada dalam kondisi terjal, sempit, berlubang dan berdekatan dengan jurang, maka persoalan ini semestinya tidak boleh dianggap sebagai masalah kecil.


Pemerintah daerah perlu turun langsung melihat kondisi tersebut, melakukan pengecekan teknis dan menentukan langkah penanganan yang nyata sesuai kewenangannya.

Jangan tunggu foto kecelakaan beredar di media sosial. Jangan tunggu ambulans datang ke lokasi. Jangan tunggu ada korban baru kemudian sibuk mencari solusi.

Masyarakat sudah bergerak.

Pengusaha lokal sudah ikut membantu.

Kini publik menunggu: kapan Pemerintah Kabupaten Ketapang benar-benar turun tangan?


OPINI_

Pembangunan bukan hanya soal gedung megah dan proyek yang terlihat di pusat kota. Pembangunan juga berarti memastikan masyarakat di pelosok memiliki akses jalan yang aman untuk pergi ke sekolah, bekerja, berobat dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kalau jalan yang digunakan anak-anak sekolah dan masyarakat sudah membahayakan, maka diam bukanlah solusi.

Pemerintah harus hadir sebelum keselamatan warga menjadi taruhan.


Repoter: Irfan

Korwil-Kalbar: Sadran

Posting Komentar untuk "JALAN RUSAK PARAH, WARGA BERTARUH NYAWA: PEMDA KETAPANG MAU MENUNGGU KORBAN DULU?"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?