Pesawaran, Indometro.id – Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran menjadi sorotan setelah awak media Indometro mendatangi kantor dinas tersebut pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB untuk meminta konfirmasi terkait sejumlah dugaan permasalahan dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah secara swakelola.
Setibanya di kantor Dinas Pendidikan, awak media menemui dua pegawai yang berjaga di meja layanan pengaduan. Saat meminta bertemu Kepala Dinas Pendidikan, petugas menyampaikan bahwa kepala dinas tidak berada di kantor. Hal serupa juga terjadi pada Sekretaris Dinas Pendidikan.
Menurut keterangan petugas, kedua pejabat tersebut sedang menjalankan kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan sebagai bagian dari upaya penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Petugas kemudian menanyakan maksud kedatangan awak media. Setelah dijelaskan bahwa kedatangan tersebut bertujuan meminta klarifikasi mengenai dugaan persoalan dalam pelaksanaan revitalisasi sekolah, petugas menyarankan agar konfirmasi disampaikan kepada Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas). Namun, Kepala Bidang Dikdas juga disebut tidak berada di ruang kerjanya.
"Kami tidak memiliki kewenangan untuk memberikan tanggapan terkait hal tersebut," ujar salah seorang petugas.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai pelayanan di Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran. Di tengah penerapan kebijakan WFH untuk efisiensi penggunaan BBM, masyarakat menilai pelayanan publik, khususnya sektor pendidikan, tetap harus berjalan secara optimal agar kebutuhan informasi dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran belum memberikan penjelasan maupun tanggapan resmi terkait pertanyaan awak media mengenai dugaan permasalahan pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang dimaksud. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari pihak terkait sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik apabila telah diterima.(PS)


Posting Komentar untuk "Alasan WFH Pejabat Dinas Pendidikan Pesawaran Sulit Ditemui"