Indometro.id // Merangin – Salah satu wujud Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direkrektorat Sekolah Menegah Pertama Direktorat Jenderal PAUD Dasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah proritas utama pembangunan nasional peningkatan anggaran perbaikan fasilitas sekolah oleh Presiden RI Prabowo Subiyanto. Rabu 18 Sep 2026.
Memperbaiki & membangun sarana prasarana sekolah, rehab gedung rusak, bangun ruang kelas baru, perbaiki atap, lantai, dinding, sanitasi, listrik, dan perlengkapan belajar menjadi prioritas pemerintah pusat saat ini.
Pemerintah Pusat juga bertujuan Menciptakan lingkungan belajar yang AMAN, NYAMAN & LAYAK, gar tidak ada lagi siswa belajar di gedung rusak, bocor, atau tidak aman.
Tujuannutama pemerintah pusat menggelontorkan dana Ratusan pukuhan Triliun untuk sekolah agar Meningkatkan kualitas pendidikan & pemerataan fokus ke sekolah rusak berat, daerah tertinggal/terdepan/terluar (3T), dan yang terdampak bencana, meningkatkan daya tampung murid, menambah ruang kelas agar lebih banyak anak bisa bersekolah, Mencetak SDM unggul.
Jika kita lihat dari aturan pelaksanaan proyek revitalisasi satuan pendidikan, pelaksanaan WAJIB mengikuti RAB, Gambar Kerja, dan Juknis dari Kemendikdasmen.
Tidak boleh mengubah spesifikasi, menurunkan kualitas material, mengurangi volume, atau memindahkan pos anggaran tanpa persetujuan tertulis.
Proyek revitalisasi satuan Pendidikan Di SMPN 53 Merangin diduga banyak yang patut diduga dan cerugiai ada unsur mencari keuntungan pribadi mempermudah pekerjaan tidak membongkar keramik lama sebelum memasang keramiknyang baru. Bukan itu saja acian pun boleh di katakan tipis sehingga dapat mengurai kekuatan lekatannkeramik tersebut, Serta yang sangat paralon dengan menggunakan Material pasir yang banyak mengandung tanah, serta diduga tidak sesuai kualitas di bawah spesifikasi RAB.
Namun sangat di sayangkan semangat pembangunan itu tercoreng oleh oknum Kepsek SMPN 53 Merangin, yang diduga arogan menyebut nama wartawan untuk membekup proyek tersebut, dengan secara tidak langsung nama media sudah di gunakan untuk menutupi kesalahan dan dan dugaan korupsi dengan mengadalkan Suami sebagai Wartawan.
Dari percakapan awak media indometro.id melalu pesan aplikasi Whatssap kepsek mengatakan suami saja juga wartawan,
" Suami saya juga wartawan"
Dari pesan singkat tersebut membuktikan sang kepsek arogan dan membawa-bawa nama wartawan dalam proyek penuh dugaan korupsi,
Namun tidak beberapa lama pesan Whatssap tersebut di hapus oleh sang Kepsek.
Pemasangan keramik di atas keramik dengan acian tipis, dan campuran pasir mengandung tanah berkemungkinan mengurangi kualitas dan kuantitas usia keramik tersebut,
Menanggapi sorotan tajam tersebut, awak media ini menyayangkan sikap arogan dan membawa nama Wartawan dalam mencari pembenaran dalam kesalahan.
Redaksi Membuka ruang Hak jawab bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai kode etik jurnalistik yang diatur dalam UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Mulyadi




Posting Komentar untuk "Diduga Ada Indikasi Korupsi, Proyek Keramik Di Atas Keramik, Kepsek SMPN 53 Merangin, Suami Saya Juga Wartawan."