Elelim,Indometro Id – Menjelang perhelatan Piala Dunia 2026, Tokoh Masyarakat Papua Pegunungan, Elia Yare,S.Sos.S.SM,mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam fanatisme berlebihan terhadap negara atau tim sepak bola yang didukung.Pesan tersebut disampaikan Elia Yare saat diwawancarai awak media di kediamannya pada Senin (8/6/2026).
Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia merupakan hal yang positif, selama tetap berada dalam batas kewajaran dan tidak mengganggu hubungan sosial di tengah masyarakat.
"Piala Dunia adalah ajang olahraga yang menyatukan banyak bangsa dan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati setiap pertandingan dengan penuh kegembiraan dan sportivitas, bukan dengan fanatisme yang berlebihan," ujar Elia Yare.
Ia menilai bahwa dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan media sosial turut memengaruhi cara masyarakat mengekspresikan dukungan terhadap tim favorit. Tidak jarang perbedaan pilihan justru memicu perdebatan, saling menghina, hingga konflik yang merusak hubungan persaudaraan.
Menurutnya, kemenangan atau kekalahan dalam sebuah pertandingan merupakan hal yang biasa dalam dunia olahraga. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu menjadikan perbedaan dukungan sebagai alasan untuk bermusuhan.
"Jangan sampai hanya karena mendukung negara atau tim yang berbeda, kita kehilangan rasa hormat kepada sesama.Persaudaraan jauh lebih penting daripada hasil sebuah pertandingan sepak bola," tegasnya.
Elia Yare juga mengajak generasi muda untuk menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai sarana belajar tentang sportivitas, kerja sama, disiplin, dan semangat kompetisi yang sehat. Ia berharap masyarakat dapat menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi setiap pertandingan yang berlangsung.
"Kita boleh mendukung tim favorit dengan penuh semangat, tetapi jangan sampai fanatisme itu berubah menjadi sikap yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Mari kita jaga persatuan, keamanan, dan ketertiban di lingkungan masing-masing," katanya.
Di akhir wawancara, Elia Yare berharap perhelatan Piala Dunia 2026 dapat menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat, bukan sebaliknya menjadi penyebab munculnya konflik akibat perbedaan dukungan terhadap tim atau negara tertentu.
"Olahraga seharusnya menjadi sarana pemersatu. Karena itu, mari kita nikmati Piala Dunia 2026 dengan semangat persaudaraan, saling menghormati, dan menjunjung tinggi sportivitas," tutupnya.*($t).



Posting Komentar untuk "Elia Yare Soroti Fenomena Fanatisme Piala Dunia: Hiburan Jangan Berujung Konflik"