INDOMETRO.ID-MUARA ENIM– Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Muara Enim merumahkan 22 petugas program Sarjana Bina Desa (SBD) menuai sorotan. Pemerintah beralasan langkah tersebut dilakukan karena adanya efisiensi anggaran yang dialihkan untuk mendukung program prioritas Bupati,Rabu (11/03/2026).
Para petugas Sarjana Bina Desa yang sebelumnya ditempatkan di sejumlah desa untuk membantu pemerintahan,pembangunan sosial, keagamaan hingga pelayanan masyarakat kini tidak lagi menjalankan tugasnya.
Beberapa petugas SBD mengaku kecewa dengan keputusan tersebut. Mereka menilai program yang selama ini berjalan cukup baik dan memberikan manfaat bagi desa seharusnya tetap dipertahankan.
“Program ini langsung membantu desa, terutama dalam kegiatan pembangunan Sosial dan keagamaan Masyarakat. Sangat disayangkan jika harus dihentikan karena alasan pengalihan anggaran,” ujar salah satu petugas yang tidak ingin disebutkan namanya.
Program Sarjana Bina Desa sendiri selama ini dianggap menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di desa, sekaligus membantu pemerintah desa dalam berbagai kegiatan pemerintahan dan pembangunan.
Namun dengan adanya kebijakan efisiensi tersebut, anggaran program disebut dialihkan untuk mendukung sejumlah program prioritas kepala daerah di Kabupaten Muara Enim.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari sejumlah kalangan mengenai prioritas kebijakan anggaran daerah. Banyak pihak menilai bahwa program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan desa seharusnya tetap menjadi perhatian utama pemerintah.
Masyarakat dan beberapa tokoh daerah pun berharap pemerintah daerah dapat mengevaluasi kembali keputusan tersebut agar program pemberdayaan desa seperti Sarjana Bina Desa tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di desa-desa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Muara Enim belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait detail pengalihan anggaran tersebut.


Posting Komentar untuk "Efisiensi Anggaran Ala Pemda Muara Enim: 22 Sarjana Bina Desa Dirumahkan, Dana Dialihkan ke Program Bupati"