-->

Iklan

Temukan Kami DI Fb

Halaman

Tradisi Kunjungan Takziah dan Rapat Famili di Desa Leubang Kabupaten Simeulue

Al-an
Minggu, 26 Juni 2022, Juni 26, 2022 WIB Last Updated 2022-06-26T17:12:51Z
iklan disini :




 


Simeulue, indometro.id – Budaya dan hubungan sosial yang baik masih sangat kental dirasakan ditengah-tengah kehidupan sehari-hari warga di desa Leubang kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeulue.

 

Budaya hormat-menghormati, Tolong-menolong, saling sapa, saling asih dan saling bantu masih saja didapat dan dirasakan.

 

Seperti yang tampak malam ini, warga desa Leubang beramai-ramai datang kesalah satu rumah warga yang sedang dirundung duka. Datang untuk menghibur meringankan beban duka dan memberi kekuatan untuk bersabar kepada yang sedang dilanda musibah disebabkan salah seorang anggota keluarganya kembali kepada Sang Ilahi. Minggu, 26 Juni 2022.

 

Warga secara serentak membacakan ayat -ayat Alquran, melantunkan surah Yasin dan berdoa bersama. Serta penyampaian tausiah tentang pentingnya saling mengingatkan dan perlunya bersabar dalam menghadapi musibah.

 

Kepala desa Leubang, Gusti Amin yang memberikan tausiah dan kata-kata takziah langsung dikunjungan tersebut menyampaikan agar ahli bait yang ditimpa musibah untuk bersabar dalam menghadapi cobaan dari Allah. Ia juga mengingatkan sesungguhnya segala sesuatu milik Allah pasti akan kembali kepada-Nya.

 

“Setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada-Nya. Allah menguji keimanan seseorang dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Karena mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka orang-orang yang mendapat petunjuk”. Sebut kades mengutip surah Alquran.

 

 


Dalam acara itu juga para warga desa Leubang turut memberikan sumbangan dalam bentuk uang yang telah dikumpulkan sebelumnya untuk membantu meringankan kebutuhan ahli bait yang sedang dirundung pilu.

 

Bukan hanya sampai disitu, setelah acara takziah selesai, warga masih bertahan ditempat duduk masing-masing untuk melaksanakan Pakat atau musyawarah yang disebut duduk persatuan, yang dalam desa Leubang sering disebut juga dengan istilah rapat famili atau musyawarah membantu untuk persiapan acara kenduri dan doa dirumah duka.

 

Hasil dari duduk rapat famili tersebut berupa sumbangan dana yang terkumpul dari seluruh warga yang berhadir diserahkan langsung kepada ahli bait untuk membantu segala persiapan acara kenduri dan do’a nantinya.

 

Dikesempatan itu juga, sesuai tradisi didesa Leubang dilaksanakan penyerahan pemegang kendali kerja hajatan kenduri dan do’a yang nantinya akan digelar pada malam atau hari ketujuh kepada anak sillafae atau anak menantu dari anak perempuan ahli bait, yang turut dibantu sukseskan oleh organisasi Pemuda dan PKK yang berada didesa ini. (AA)

 

 



Beri Komentar Dong!

Tampilkan

Terkini

Nasional

+