-->

Iklan

Temukan Kami DI Fb

Halaman

Pembabatan Hutan Mangrove di Pulau Bengkalis Semakin Menggila

Anang
Selasa, 07 Juni 2022, Juni 07, 2022 WIB Last Updated 2022-07-04T09:23:04Z
iklan disini :




Bengkalis, Indometro.id - Situasi laju abrasi di Pulau Bengkalis hingga detik ini belum terhentikan, kondisi ini diperparah dengan berubahnya hutan mangrove dibabat sana sini secara besar besaran disulap menjadi tambak-tambak udang yang diduga ilegal.

Berubahnya hutan mangrove menjadi tambak udang akan menambah serta mempercepat abrasi Pulau Bengkalis yang merupakan pulau terluar dan terdepan. Akibat kekhawatiran tersebut ketua LSM IPMPL (Ikatan Pemuda  Melayu Peduli Lingkungan) angkat bicara
Dijelaskannya ratusan hektar kawasan hutan mangrove sebagai salah satu penyanggah dan benteng alam Pulau Bengkalis setiap waktu terus dirambah secara ilegal dan kini telah berubah fungsi menjadi tambak udang oleh ulah oknum para pelaku usaha tambak udang yang sengaja hanya untuk meraup keuntungan semata tanpa memikirkan sebab akibatnya.

Padahal dampak dari pengrusakan hutan mangrove pulau Bengkalis membuat proses kehancuran pulau Bengkalis itu sendiri semakin dipercepat. Mengingat selama ini pulau yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka pembatas antara Indonesia dengan negara Malaysia, sudah sejak lama dihantam abrasi Pantai.

Menurut keterangan Ketua LSM-IPMPL( Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan) Bengkalis Solihin mengatakan bahwa pulau Bengkalis ini merupakan Pulau pulau terkecil terluar dan terdepan cukup banyak serta terparah terkena abrasi pantai dan sekarang coba diperhatikan berapa banyak tumbuh usaha tambak udang.sementara diketahui rata rata usaha tambak udang di Bengkalis diduga Ilegal.

Sementara itu kedatangan Presiden ,Ir H.Djoko Widodo pada tanggal 27 September tahun 2021 lalu ke Pulau  Bengkalis kab.bengkalis menanam pohon Mangrove sebagai bentuk memberikan motivasi kepada masyarakat, bahwa betapa pentingnya menjaga kelestarian pohon mangrove. Akan tetapi sangat disayangkan berapa banyak tumbuh usaha tambak udang dengan membabat hutan mangrove secara besar- besaran tanpa adanya penindakan dari aparat penegak hukum.pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa kawasan kawasan mangrove yang telah dibabat dijadikan sebagai tambak udang itu.Merupakan kawasan hutan dan kawasan lindung sempadan pantai yang wajib dilindungi dan dijaga kelestariannya.

Lebih jauh Ketua LSM-IPMPL Solihin mengatakan dalam hal upaya menyelamatkan pulau Bengkalis dari ancaman abrasi pantai.Diminta kepada para pihak yang berkompeten jangan hanya memandang dan diam saja.Karna sangatlah jelas sebagaimana amanat UU no 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, kemudian UU tentang pulau pulau kecil terluar di Indonesia serta Kepres No 32 tahun 1990 tentang kawasan lindung Radiusnya sangatlah jelas bahwasanya pulau Bengkalis sebagian besar masuk pada kawasan hutan lindung dan kawasan lindung.

Untuk itu solihin ketua LSM IPMPL (Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan)  meminta dengan tegas kepada Bupati bengkalis serta para pihak yang berkompeten untuk bertindak tegas,Jangan sampai nunggu di Demo dan serta adanya pergerakan warga lalu mau bertindak, dan jika pihak yang berkompeten tidak mau bertindak juga. Maka perkara ini akan disampaikan kepada pemerintah pusat.**
Beri Komentar Dong!

Tampilkan

Terkini

Nasional

+