-->

Iklan

Temukan Kami DI Fb

Halaman

"Kami Lakukan Semaksimal Mungkin, Silahkan Menilai Puas Tidaknya Pelayaan Kami"

Rabu, 29 Juni 2022, Juni 29, 2022 WIB Last Updated 2022-06-30T04:15:05Z
iklan disini :






OKI, Indometro.id -

Mengutip pemberitaan media online Japos. co pada tanggal 23/6/2022 yang lalu. Tentang
yang di alami keluarga pasien  Fatmawati (59) warga Desa Sungai Pinang 2 Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Dimana harus mendorong sendiri bad pasien Fatmawati tanpa dibantu perawat. Bahkan waktu masukan pasien ke dalam mobil pribadi. Baik perawat mau pun penjaga didepan ruangan tidak ada yang menolong ucap keluarga pasien. Padahal keluarga pasien bayar pakai umum saat itu, bagaimana kalau yang gratis. " Memang harus dorong sendiri ya," ucap Susi anak pasien. Dan langsung dijawab Ya kata perawat RSUD Kayuagung. 

Tidak hanya itu baik dokter jaga maupun perawat ketika kami mau pinjam Mobil Ambulan tidak di perbolehkan dengan alasan pernah mengalami ada keluarga perawat di sini wong Pedamaran tanpa surat rujukan pakai ambulan disini jadi kasus.

Yang sangat kami sayangkan perawat yang membawa hasil laboratorium rekam jantung dan darah pasien Fatmawati tidak menjelaskan kepada keluarga pasien, tau tau ada di samping pasien. Diduga pelayanan RSUD Kayuagung tidak manusiawi.

Di tempat terpisah keluarga pasien Toyo mengatakan kepada perawat yang jaga begini perlakuan kamu kepada pasien, saya orang PWI disini dengan lantang salah satu perawat yang jaga menjawab kami juga punya Wartawan.

Setelah kami marah marah barulah ada etikat  baik mau mengajak kami masuk ke dalam ruangan untuk berdiskusi, kami anggap percuma karna pasien sudah di dalam mobil mau di bawak ke Palembang.

Terpisah, Direktur RSUD Kayuagung dr. Asriwijayanti saat di dikonfirmasi melalui Humas RSUD Kayuagung, Citra menyanggah atas pemberitaan yang telah beredar di beberapa media. Citra menjelaskan, pasien atas nama Fatmawati masuk pada tgl 22 /06 sekitar pukul 22:00 wib malam. Saat itu pasien datang langsung ditangani oleh perawat dan dokter jaga ,setelah diberikan perawatan dinyatakan pasien untuk  dirawat inap namun pihak keluarga pasien menolak untuk dirawat inap dengan alasan mau di bawa pulang, untuk di rujuk ke RS di Palembang. Jelas dari pihak keluarga pasien menolak untuk dirawat inap, ungkapnya...dan untuk pemakaian ambulance digunakan untuk merujuk pasien dg proses rujukan yang standar yaitu melalui SISRUTE atau Sistem Rujukan Terintegrasi.

Citra menambahkan, dari pihak keluarga sendiri sudah menanda tangani surat pernyataan atas penolakan pasien untuk dirawat inap ," kami sudah bekerja semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,tinggal dari mereka menilai atas kepuasan pelayanan yang kami berikan puas atau tidak puasanya," pungkasnya (Tim) 
Beri Komentar Dong!

Tampilkan

Terkini

Nasional

+