-->

Iklan

Temukan Kami DI Fb

Halaman

Penyadapan Karet di Bandar Betsy Diduga Amburadul dan Kurang Pengawasan

Redaksi
Kamis, 12 Agustus 2021, Agustus 12, 2021 WIB Last Updated 2021-08-12T11:07:21Z
iklan disini :



Penyadapan Karet di Bandar Betsy Diduga Amburadul dan Kurang Pengawasan


Simalungun, Indometro.id -
PTP N III Persero sebagai induk holding Perkebunan Nusantara seyogyanya menjadi contoh bagi perkebunan lainnya.
Namun fakta di lapangan tidak seperti yang diharapkan, dari hasil pantauan awak media serta pegiat dan sosial kontrol, penyadapan Karet di Kebun Bandar Betsy, Simalungun diduga amburadul dan kurang pengawasan dari manajemen perusahaan perkebunan milik negara tersebut.

Hal ini disampaikan Togi Saragih salah satu tokoh masyarakat dan juga wartawan dari media cetak kepada awak media lainnya di Tebing Tinggi, Kamis (12/8/2021).
Dari hasil pantauan, Ia melihat teknis penyadapan/penderesan karet diindikasi tidak sesuai peraturan maupun juknis dan juklak sehingga penyadapan tersebut melewati batasan dan mengenai batang kayu.

Disebutkannya, ribuan pohon karet tahun tanam 2008 di Afdeling VII Kebun Bandar Betsy kondisinya sangat memprihatikan.
Para oknum karyawan diduga tidak menguasai teknik pemanenan pada tanaman karet yang dikenal dengan istilah penyadapan yang pada dasarnya adalah tindakan membuka pembuluh lateks yang terdapat pada kulit batang tanaman karet, sehingga cairan lateks tersebut keluar.

Pohon Karet Tahun Tanam 2008 di Afd VII Kebun Bandar Betsy

Disampaikan Togi, hal ini disinyalir kurangnya sosialisasi dan edukasi kepada karyawan pemanen tentang tata cara penyadapan yang baik sehingga pohon tanaman karet dapat lebih sehat dengan menghasilkan produksi baik kepada perusahaan.
Manajemen perkebunan Bandar Betsy di bawah pimpinan MNL selaku oknum Manajer di perusahaan BUMN tersebut terindikasi kurang pengawasan terhadap kinerja para karyawan pemanen.

" Demi upaya konfirmasi, Manajer sangat sulit ditemui begitu juga dengan Asisten Personalia Kebun (APK), bahkan nomor WA saya diblokir oleh para oknum karyawan pimpinan tersebut, termasuk Asisten Afdeling VII Kebun Bandar Betsy " ungkap Togi.

Penyadapan dilakukan pada saat tanaman karet telah memenuhi umur sadap dan lazimnya dilakukan teknik penyadapan.
Secara aturan penyadapan tidak dibenarkan menyadap/menderes sampai terkena batang kayu, hal itu dapat mengakibatkan cairan lateks bercampur dengan batang kayu.
" Yang dideres seharusnya kulit bukan kayunya " terang Togi.

Togi menambahkan, sebagai perusahaan perkebunan milik negara, Kebun Bandar Betsy seharusnya memberikan metode sadapan kepada karyawan bagaimana cara yang baik dan benar untuk memanen dalam menyadap karet demi mengoptimalkan serta menghasilkan produktivitas lateks agar perusahaan dapat mencapai target produksi yang memuaskan.
" Untuk itu selanjutnya saya akan melakukan upaya konfirmasi kepada bagian tanaman Direksi PTPN III " pungkasnya.

Hingga berita ini dilansir, pihak manajemen Kebun Bandar Betsy belum berhasil dikonfirmasi.


(IY)





 


Beri Komentar Dong!

Tampilkan

Terkini

Nasional

+