Ticker

6/recent/Ticker-posts

Pansus DPRD BABEL Beraudensi ke PT. BPRS Mentok

Pansus DPRD BABEL  Beraudensi ke PT. BPRS Mentok


BABAR, indometro.id - Guna menggali informasi, saran serta masukan sebagai bahan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penambahan penyertaan modal, Panitia khusus (Pansus) DPRD Bangka Belitung (Babel) beraudensi ke PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) cabang Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Babel, Rabu (24 /2/2021).

Ketua Pansus yang dipimpin Efredi Effendy mengucapkan, rasa terima kasih atas waktu, kesempatan serta sambutan hangat dari PT BPRS Babel cabang Muntok atas kedatangan Tim Pansus.

Ditambahkannya, bahwa setiap pembahasan Pansus, dalam menentukan penambahan penyertaan modal, harus mengkaji dan lebih teliti. Sehingga diharapkan, tidak terjadinya suatu permasalahan di kemudian hari.”Kita mau lihat dulu, sejauh mana perkembangannya, Maka Pansus harus hati-hati, harus teliti dalam menentukan, bahwa bank ini sehat atau tidak, Maka itu kita perlu ke hati-hatian. Oleh karena itu, digodok di Pansus ini,”  jelas Efredi Effendy.

Kedatangan Tim Pansus penyertaan modal DPRD, langsung disambut Direktur Bisnis/Pemasaran Hendra dan Kepala Cabang (Kacab) PT. BPRS cabang Muntok Priyadi Surya.

Kacab PT. BPRS cabang Muntok Priyadi Surya menjelaskan, bahwa di Muntok, memiliki 3 (tiga) Kantor Kas yakni, di Tempilang, Kelapa dan Parit Tiga Jebus.”Alhamdulillah, sampai hari ini masih tetap beroperasional,” ujarnya.

Sedangkan Wakil Ketua Pansus Ariyanto berharap, agar kedepan, komisaris beserta direksi dan pemegang saham untuk dapat hadir dalam pembahasan bersama Tim Pansus.”Mulai dari Komisaris Utama, semuanya kita panggil, Pak Hendra, nanti tolong disampaikan, jika satu saja tidak datang, maka tidak akan kami bahas. Artinya apa?. Mereka tidak punya komitmen,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Pansus Ranto Sendhu menjelaskan, bahwa sebelumnya Pansus telah melakukan, audensi dan berkoordinasi bersama OJK, untuk melihat bagaimana paparan dari OJK terhadap PT BPRS.”Jadi di OJK itu dikupas habis kinerja PT. BPRS. Dikupas dari masalah sehat atau tidaknya, bagaimana perkembangan kedepannya,” ungkapnya.

Ranto Sendhu dari Fraksi Demokrat ini sangat menyayangkan, audiensi yang dilakukan saat ini, tanpa dihadiri Direktur Utama (Dirut). Sebab, penentu kebijakan merupakan, kebijakan dari Dirut,” jelasnya.

“Antisipasi, jangan sampai nanti penyertaan modal kami yang cukup lumayan besar ini, masalah duit rakyat, ingat itu, ini akan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Pansus Hellyana ikut menanggapi, bahwa agar tata kelola PT BPRS menjadi sehat dan lebih baik, maka harus menempatkan para SDM yang berkompeten dan profesional.”Kalau tidak ada perubahan, tata kelola yang sehat PT BPRS ini, maka implementasinya sangat sulit. Kalau para direksinya tidak kompeten, dan SDM yang tidak profesionalisme, maka saya pikir percuma saja,” terangnya.

Tampak hadir pada audensi bersama PT BPRS cabang Muntok, Ketua Pansus Efredi Effendy, Ariyanto Wakil Ketua, beserta seluruh anggota Pansus, yang terdiri dari, Ranto Sendhu, Agung Setiawan, Hellyana, Erwandi A Rani, Matzan, Fitra Wijaya, Evi Junita. 

(ID)

Artikel Terkait