Ticker

6/recent/Ticker-posts

Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Lakukan Disinfeksi

Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Lakukan Disinfeksi


Bali, indometro.id - Selasa (26/1/2020) - Sampai saat ini, data kasus positif bahkan korban meninggal akibat Covid-19 terus meningkat, sejumlah rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 pun sudah dinyatakan penuh. Beberapa langkah telah dilakukan pemerintah untuk mencegah penularannya, mulai dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga upaya vaksinasi yang sedang dijalankan sebagai upaya penanganan terhadap virus ini.

Mengutip WebMD, bahwa virus Covid-19 mampu bertahan selama 2-3 hari di permukaan benda tertentu sebelum nantinya menularkan seseorang. Virus ini dapat ditransmisikan melalui droplet atau percikan air liur yang dihasilkan saat seseorang yang terinfeksi mengalami batuk, bersin atau mengembuskan nafas. Oleh karena itu, sebagai langkah pencegahan diwajibkan untuk mencuci tangan sebelum seseorang menyentuh mata, hidung dan mulut, menggunakan masker serta menjaga jarak saat berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu disarankan melakukan langkah disinfeksi pada setiap permukaan benda yang rentan terpapar virus dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 3/105 Tarik, Letkol Arm Laode Irwan Halim, S.I.P., M.Tr.(Han)., menjelaskan bahwa penyebaran Covid-19 yang tak kunjung reda membuat Satgas Yonarmed 3/105 Tarik semakin waspada dan berhati-hati. Salah satu upaya yang dilakukan Satgas Yonarmed 3/105 Tarik kali ini yaitu dengan melaksanakan disinfeksi secara serentak di seluruh jajaran Pos Satgas Yonarmed 3/105 Tarik meliputi 3 Kabupaten antara lain Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara dan Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Begitu mudahnya Virus ini menularkan orang lain, sudah sepatutnya kita mengambil langkah darurat. Seluruh prajurit sudah saya wajibkan selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama beraktifitas. Namun itu saja belum cukup, disinfeksi virus dengan cairan disinfektan juga harus dilakukan secara berkala untuk mengurangi resiko penularannya," ucap Dansatgas.

"Tidak hanya secara eksternal atau kepada masyarakat, pencegahan secara internal Satgas pun juga harus dilakukan sebagai upaya bersama memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah NTT,” tambahnya.

Menurut World Health Organization (WHO), cairan disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Penyemprotan cairan disinfektan akan lebih tepat digunakan untuk membersihkan benda di sekitar yang rentan terpapar bakteri dan virus. Cairan disinfektan secara mandiri pun dapat dilakukan, yaitu dengan menggunakan cairan pemutih yang dicampur dengan air. 

“Cairan disinfektan yang kami gunakan adalah campuran 30 mililiter cairan pemutih per 1 liter air, kemudian disemprotkan pada semua tempat yang banyak aktifitas orang seperti perkantoran, barak, kamar mandi serta sarana dan prasarana umum lainnya secara berkala," tambahnya.

Dampak dari Covid-19 hampir mencakup semua sektor, tidak hanya kesehatan dengan tingginya angka kematian. Sektor ekonomi dengan angka pengangguran yang meroket, sektor pendidikan yang beralih pada program Pembelajaran jarak Jauh (PJJ), bahkan dampaknya terhadap tatanan kehidupan sosial masyarakat Indonesia itu sendiri.

Menghadapi situasi ini, Dansatgas menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan mematuhi protokol kesehatan dengan baik dan benar, tidak kalah pentingnya untuk selalu menjaga pola hidup sehat agar ketahanan tubuh tetap terjaga. Mari bersama-sama kita jaga keluarga kita, sahabat dan sesama warga Indonesia dengan mencegah penyebaran virus Covid-19 ini, sehingga kita dapat kembali kepada kondisi seperti sedia kala.

(Nugraha)

Artikel Terkait