-->

Iklan

Temukan Kami DI Fb

Halaman

Dunia Ku

Senin, 07 Desember 2020, Desember 07, 2020 WIB Last Updated 2020-12-08T04:56:56Z
iklan disini :





Cerpen .indometro.id - Disni aku menulis di dalam secarik kertas lipat yang penuh dengan penghargaan, harapan yang tak akan pernah tanggal sebagai bulatan kertas yang terobek secara percuma aku akan wujud kan dengan cita-cita.

 Orang tua ku minta kelak aku menjadi orang berguna aku mencoba menahan air mata yang keluar dari pelupuk mata, aku terdiam sejenak dan berpikir  akan kata kata itu seakan menusuk dalam hati dan mengikat prinsip bahwa aku selayak nya
Yang lebih baik.

Heidi kok ngelamun mulu
Jangan dibiarkan kosong itu pikiran mu ntar bahaya loh jadinya sapa teman kampus ku,apaa sih kamu ini aku ini lagi mecancang cita cita ku, ganggu aja kamu temanku  sambil mengelengkan kepala.

 
 Aku bersekolah di  sekolah swasta  yang bagus  memang aku tak pernah memikirkan bagaimana kalau aku akan mengajar kan anak anak bangsa ini dengan ilmu yang ku punya bekal dari sini.

Awal aku tak mengerti jalan mulia dan jalan mata pelajaran nya dan aki sedikit binggung dan lama kelamaan aku akhirnya mulai paham cara belajar nya dan cara penerapan nya.

Samabil nyimak pemahaman dosen akan materi yang di berikan  kepda kita siswa dan saya mengeluarkan buku catatan dan mencatat  mana yang penting.

Namun semenjak saya menjalani semester pertama ini saya mendapat banyak sekali titik terang,Untuk bangkit menuju menjadi lebih baik lagi..

Pulang dari kampus aku pulang kekos di mana aku tinggal waktu kuliah itu adalah ruamah kedua setelah rumah ku sebagai tempat tumpah ruah disitu, canda, tawa dan tangis.

 Dalam pikiran ku aku harus bisa mengejar  target Tamat dan bisa membuat cita cita ku tetuwuju dan membuat ku bangga atas jeruk payah aku selama kuliah aku ku buktikan dengan semaksimal mungkin dan  membuat orang tua bangga.



 Penulis: Indah Rahayu


Beri Komentar Dong!

Tampilkan

Terkini

Nasional

+