Ticker

6/recent/Ticker-posts

Unras Perjuangkan Surat Ijo

Unras Perjuangkan Surat Ijo


Surabaya .indometro.idJalan Walikota Mustajab depan Balai kota Surabaya ,telah terjadi aksi unjuk rasa dari Komunitas Pejuang Surat Ijo Surabaya (KPSIS) disertai Upacara Memperingati Hari Pahlawan dan Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan KPSIS diikuti sekitar 100 orang dipimpin oleh Sdr. Hariyono, adapun tuntutan massa aksi  Cabut SKHPL yang diberikan kepada Pemerintah Kota Surabaya dikarenakan cacat prosedur administrasi hukum , Kembalikan tanah negara untuk rakyat dan terbitkan SHM pengganti surat ijo.

 
Dimulai Pukul 07.50 WIB sebanyak 10 orang massa aksi telah tiba di depan Pintu Selatan Balaikota Surabaya Jl. Walikota Mustajab Surabaya, selanjutnya Sdr. H.P. Simanjuntak. SIP. MM (Plt. Kabid. Penanganan Strategis pada Bakesbangpol Kota Surabaya) didampingi Sdr. Drs. Widyo Nugroho (Plt. Kasubbid. Penanganan Konflik pada Bakesbangpol Kota Surabaya) koordinasi dengan Sdr. Hariyono (Koordinator aksi) menyampaikan intinya agar dapat mengarahkan massa aksi untuk tidak melakukan aksi yang anarkis supaya aksi ini dapat berjalan dengan lancar, aman dan tertib.

Pukul 08.10 WIB massa aksi berangsur-angsur tiba dilokasi beserta mobil komando, selanjutnya sebagian massa aksi membagikan Bendera Merah Putih kepada massa aksi yang lain, adapun spanduk yang dibentangkan massa aksi bertuliskan
 Komunitas Pejuang Surat Ijo Surabaya (KPSIS)
 Hapus surat ijo
 Kemerdekaan atas SHM Tanah adalah hak konstitusional setiap Warga Negara Indonesia.

 seluruh massa aksi mulai memasuki halaman Pintu Selatan Balaikota Surabaya yang sudah dibatasi oleh Barrier milik Dinas Perhubungan Kota Surabaya untuk melakukan Upacara Memperingati Hari Pahlawan disertai dengan Proklamasi Warga Surat Ijo Surabaya.

Sekisaran  Pukul 09.00 WIB upacara dimulai, Sdr. Hariyono (Koordinator aksi) sebagai Inspektur Upacara dan Sdr. Soegiono (Perwakilan massa aksi) sebagai Komandan Upacara, selanjutnya massa aksi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, kemudian pembacaan teks Pancasila dilanjutkan dengan pembacaan teks pembukaan UUD 1945.
 pembacaan pernyataan sikap oleh Sdr Bambang Rianto, Sdr. Lukman, Sdr. Basuki (Perwakilan massa aksi)
Selanjutnya sebagai koordinator massa pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Warga Surat Ijo Surabaya berisikan 
" Kami warga Surabaya dengan ini menyatakan Kemerdekaan Surat Ijo, hal-hal yang mengenai peralihan perubahan sertifikat tanah dan lain-lain akan diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya"

Sdr. Mulyadi (Perwakilan massa aksi) membacakan puisi karangannya, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Sdr. Fajar Efendi (Perwakilan massa aksi).
 untuk massa aksi yang sudah menjadi Anggota KPSIS Prioritas melakukan pengisian formulir pendaftaran pengurusan SHM dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah 1 dan 2 Kota Surabaya sebanyak 100 lembar.
Lanjut Sdr. Musa dan Sdr. Satriyo melakukan orasi secara bergantian yang intinya : 
 SKHPL yang dimiliki Pemerintah Kota Surabaya selama ini sudah terbukti cacat hukum, maka dari itu kita berani memproklamasikan Kemerdekaan warga surat ijo yang akan memiliki SHM.

Pernyataan dari Sdr. Sofian Jalil (Menteri BPN/ATR) intinya menyampaikan jangankan surat hijau, surat warna lain akan kami lepas dan Kepala Kanwil BPN Jatim menyatakan bahwa masalah surat ijo setelah Pilkada di Kota Surabaya akan segera diselesaikan karena masa jabatan Ibu Walikota Surabaya sudah selesai pada saat itu dan pada saat itu juga Surat Ijo akan menjadi SHM.

 Semoga dengan adanya Proklamasi Kemerdekaan ini kita semakin kuat dalam memperjuangkan Surat Ijo dan dana yang selama ini dikumpulkan oleh Anggota KPSIS Prioritas untuk biaya transport ke Jakarta dan untuk pembuatan Naskah Akademik yang telah dilakukan pengkajian dengan Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian BPN/ATR. 

 Surat ijo bukan milik Pemerintah Kota Surabaya dan BPN akan segera mengidentifikasi tanah yang mana apabila itu milik rakyat akan diberikan kepada rakyat, KPSIS tidak peduli siapapun nanti yang menjadi pengganti Ibu Walikota Surabaya harus bisa memperjuangkan Surat Ijo karena kami semua netral dan aksi ini tidak ada kaitan dengan masing-masing Pasangan Calon Pilkada Surabaya tahun 2020.
 
Sekitaran  Pukul 10.45 WIB kegiatan selesai, selanjutnya massa aksi berangsur-angsur meninggalkan lokasi, selama giat berlangsung dengan lancar dan tertib.

( Rahman )

Artikel Terkait