Ticker

6/recent/Ticker-posts

Satgas Anti Riba Mendukung Penuh Koalisi Bela Islam dan Meminta Agar Aparat Penegak Hukum Mengusut Tuntas Permasalah di RSUD Djasamen Saragih

Satgas Anti Riba

Pematangsiantar (Sumut) .indometro.id - Satgas Anti Riba Kota Pematangsiantar siap mendukung penuh Koalisi Bela Islam yang akan melaksanakan aksi damai pada Senin (05/10/2020) sekitar pukul 09.00 WIB dan akan menurunkan massa untuk ikut menyuarakan aksi Koalisi Bela Islam.

Lambatnya penuntasan permasalahan yang ada di RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar yakni dimandikannya seorang jenazah wanita oleh empat pria membuat permasalahan kian membesar.

Kali ini bukan hanya ormas atau mahasiswa yang akan aksi, bahkan pada besok hari diketahui bahwa ada ribuan massa aksi yang siap ikut serta bergabung di dalam Koalisi Bela Islam agar permasalahan segera tuntas dan tidak berlarut-larut.

Salah satu organisasi yang akan ikut serta bergabung dengan Koalisi Bela Islam yakni Satgas Anti Riba yang mengecam keras tindakan yang terjadi di RSUD Djasamen Saragih dan meminta APH bertindak cepat agar permasalahan tidak berkepanjangan.

Satgas Anti Riba yang berhasil ditemui di Jalan Ade Irma Kota Pematangsiantar tepatnya di Stasiun Kopi menyatakan sikapnya dengan tegas mengecam keras kejadian yang menimpa seorang jenazah wanita yang juga merupakan seorang guru mengaji.

Ketua Satgas Anti Riba Rudi Mirza Lubis yang didampingi oleh Sekretaris Zulfandi Kusnomo meminta agar APH secepatnya menuntaskan permasalahan di RSUD Djasamen Saragih agar tidak berkepanjangan, karena Siantar merupakan Kota Toleransi.

" Kami Satgas Anti Riba mengecam keras atas kejadian di RSUD Djasamen Saragih yang menimpa seorang jenazah wanita dimandikan empat orang pria yang bukan mukhrimnya " ucapnya.

Lanjutnya, " kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar juga kami minta agar segera mencopot Plt Dirut RSUD Djasamen Saragih yang juga merupakan Kadis Kesehatan Kota Pematangsiantar dr Ronal Saragih dari jabatannya " ungkapnya. 

(RH)