Ticker

6/recent/Ticker-posts

Please educate yourself . Stop Bajakan! Hargai karya karya anak bangsa



Medan .indometro.id - Kenapa buku bajakan itu bisa dijual 20.000, 30.000? Sementara original 70.000, atau malah 100.000. Simpel jawabannya, karena buku original harus membayar segala jenis pajak, dsbgnya. Maka jika buku original itu lebih mahal, mbok ya kamu lihat, bayar pajak saja sudah berapa.

Buku yg dijual di Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee, yang harganya cuma 20.000, 30.000 nyaris 100% bajakan. Tidak ada alasan lagi kalian tidak tahu. Kalau cuma tertipu sekali sih maklum. Kapok. Lah ini, terusss saja dibeli berkali2. Lagian, apa susahnya nanya ke yg jual, ini asli atau bajakan. Kalau nanti ternyata yg datang bajakan, laporkan, biar tdk dapat uangnya itu penjual.

Buku bajakan itu beda bumi langit dengan original. Kalau kamu tetap tidak tahu, itu bisa jadi, karena kamu memang tdk pernah mau beli buku aslinya.

Dan jangan anggap sepele. Setiap tahun jutaan buku bajakan dijual di marketplace ini. Ribuan penulis dirugikan. Penulis2 pemula yg masih SMA, dibajak. Penulis2 senior, dibajak. Mereka dapat uangnya? Tidak.

Coba kalau keluarga kamu, bapak, ibu kamu sudah kerja sebulan, tidak digaji? Dijamin ngamuk. Jangankan tidak digaji, tiba2 nggak dikasih bonus atau THR saja bisa demo itu karyawan. Bayangkan penulis, butuh setahun menyelesaikan 1 buku, tidak sepeserpun dapat uangnya.

Nah, jika kalian memang tidak punya uang, ada solusi GRATIS-nya. Pinjam ke teman, pinjam ke perpus, atau download ipusnas Perpustakaan Nasional RI. Bisa baca ratusan ribu buku di sana, gratis. Gratis loh, kok malah bayar ke pembajak, kan goblok tenan. Tidak ada celah membantah.

epicnya masalah ini, ribuan penegak hukum dan aparat pemerintah membaca cerita ini  bohong sekali jika mereka tidak tahu mari kita liat gambar ini  nah, apakah mereka tergerak mengatasinya? apakah mereka langsung sigap saat penulis lapor? ehem, mereka malah cengengesan banyak alasan ini, itu.

buat kalian tdk suka page ini bahas soal bajakan, sana unlike dari page ini. Ujar salah penulis itu

(Rizky Ananda)