Ticker

6/recent/Ticker-posts

Kadis Pendidikan SBB: Pancasila Harus Bisa Menjadi Bahan Refleksi Bagi Dunia Pendidikan

Kadis Pendidikan Kab. SBB Nasir Suruali, ST., MT

Maluku .indometro.id - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat SBB  Nasir Suruali, ST., MT mengatakan bahwa, momen Hari Kesaktian Pancasila tahun ini dapat digunakan di seluruh masyarakat untuk melakukan refleksi diri.

Hal ini di sampaikan melalui via telefon selularnya kepada Awak media Kamis /1/10/20/ bertepatan dengan Hari perayaan Kesaktian Pancasila

"Apa arti Pancasila bagi kita dalam kehidupan sehari-hari? Apa makna dari sila-sila Pancasila bagi seorang pemimpin, seorang pekerja, seorang guru, seorang ibu dan seorang anak?" ujar Nasir

Dia mengatakan, pada masa pandemik  yang masih dilalui masyarakat dunia, terutama Indonesia, dan khususnya di maluku ini wajar jika sulit melihat sisi positif bencana ini.

Krisis menerjang dari segala sisi terasa dihimpit dan dibayang bayangi pandemik baik di dunia Pendidikan, maupun kehidupan sosial.

Cahaya Pancasila, menurut Nasir, tampak menyala di berbagai sektor di tengah pandemik meski pandemik ini bisa di sebut jurang pemisah namun bukan menjadi sebuah tolak ukur untuk tidak melakukan pengabdian 

Salah satunya dalam diri tenaga Pendidik yang setiap saat bertatap langsung dengan khalayak demi meningkatkan serta mendongkrat sumber daya manusia (SDM) di Indonesia

Dalam diri mahasiswa yang meski tengah bersusah di masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), namun masih bersedia menjadi sukarelawan peduli kemanusiaan membentuk komunitas komunitas belajar

"Cahaya Pancasila terlihat menyala di dalam kepemimpinan di masa krisis. Kita melihat pemimpin-pemimpin di sektor pemerintahan dan swasta yang berani mengambil risiko dan bergerak cepat untuk meringankan penderitaan masyarakat," kata dia.

Pak Kadis SBB begitu akrab disapa, Nasir juga melihat Cahaya Pancasila menyala dalam diri sosok lainnya. Mulai dari Tenaga pendidik/Guru, ribuan pemilik usaha kecil, pemimpin umat, seniman, Wartawan, hingga orang tua yang giat mendampingi anaknya menjalani masa masa sulit dalam melakukan proses belajar megajar.

Hari Kesaktian Pancasila, menurut Nasir Suruali, ST., MT, perlu dimaknai untuk mengenang pengorbanan nenek moyang untuk bangsa Indonesia khususnya di Bumi Saka Mese Nusa ini

"Dan kalau kita melihat dengan seksama, kita bisa menyadari bahwa Kesaktian Pancasila terus mendarah daging di generasi kita," ujar Nya.

Menurut dia hal ini terlihat juga selama masa pandemik. "Pandemi ini menantang negara kita dan menguji ketangguhan kita sebagai rakyat Indonesia," kata Nasir.

Kadis Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat ini juga berpesan agar Pancasila sebagai pusaka negara Indonesia tetap menyala dalam hati masing-masing individu masyarakat. Dalam setiap perbuatan kecil dan besar yang bisa dilakukan bagi sesama

Namun demikian, ia menekankan bahwa membangun bangsa dalam segi Pendidikan, maupun kebudayaan, adalah tanggung jawab semua elemen bangsa. Dan upaya konkret untuk menjaga ideologi Pancasila dapat dilakukan oleh siapa saja dengan cara seperti melakukan kajian budaya dan diskusi tentang kebangsaan.

Ia juga mengatakan bahwa Hari Kesaktian Pancasila adalah momen penting untuk memahami dan memaknai lebih dalam sila-sila yang terkandung dalam Pancasila.

Hari Kesaktian Pancasila, katanya, dapat dijadikan momentum bagi seluruh tenaga Pendidik/Guru di SBB untuk menunjukkan kepada masyarakat contoh kehidupan berbangsa yang sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Nasir berharap agar seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) baik Guru Honor maupun PNS agar lebih fokus membentuk karakter siswa dalam memahami dan mendalami nilai nilai pancasila yang tertuang dalam lima Sila tersebut agar kiranya pola dan karakter generasi kita menjadi lebih baik serta para siswa di tingkat sekolah dasar SD, SMP, maupun sekolah menengah atas SMA dapat menjunjung tinggi pancasila sebagai idiologi bangsa

Sebab menurutnya peran Guru itu sangatlah penting dalam merawat generasi. selain pahlawan tanpa tanda jasa, Guru juga merupakan jantung peradaban yang mampu mendobrak dinding ketidak tahuan hingga menjadi tau sehingga Sumber Daya Manusia SDM di Bumi Raja - raja khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat lebih unggul dan mampu bersaing di berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia. 

Ia juga berpesan jika "Bukan hanya diucapkan saat upacara tetapi juga dijalankan dan ditegakkan agar seluruh lapisan masyarakat merasakan sakralnya Pancasila," katanya.

Selain para Guru pendidik, ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meresapi dan menjalankan nilai-nilai Pancasila sehingga Indonesia bisa menjadi bangsa yang semakin kuat dan solid terutama di Kabupaten bertajuk Saka Mese Nusa tercinta ini

"Mari katong resapi dan dalami nilai-nilai Pancasila. Jangan hanya diucap saat upacara dan hilang begitu saja," tutupnya. 

(Alwi)