Pengerasan Jalan Huamual Dinilai Pemborosan Anggaran dan Tidak Berefek - Indometro Media

Berita Terbaru

Monday, September 7, 2020

Pengerasan Jalan Huamual Dinilai Pemborosan Anggaran dan Tidak Berefek

Baca Juga

Kondisi jalan Trans Huamual
Maluku.indometro.id -PENGERASAN jalan Huamual oleh pemerintah kabupaten Seram Bagian  Barat (SBB) sempat mendapat apresiasi warga Huamual. Pasalnya jalan yang merupakan tanggung jawab pemerintah Provinsi Maluku itu berani diambil pemerintah kabupaten SBB.

Apresiasi warga terhadap pemerintah dibawah kendali Moh. Yasin Payapo itu ternyata tidak bertahan lama.
Pasalnya efek jalan yang dikeraskan tersebut tidak bertahan lebih dari satu minggu. Sebagian besar jalan tersebut telah kembali sebagaimana kondisi sebelumnya.

Pantauan media ini, ruas jalan semakin tidak karuan. Terlebih  dimusim penghujan akhir-akhir ini.
Terparah di wilayah Laala. Sementara wilayah Dusun Olas seakan  tidak tersentuh sama sekali.

Untuk diketahui, sepanjang jalan kecamatan Huamual tidak memiliki selokan penyaluran air pembuangan dan/atau air hujan. Sehingga beberapa titik menjadi sasaran meluapnya air di badan jalan.

Kontraktor mensiasati sejumah titik itu dengan membuatkan cincin beteon (gorong-gorong)  untuk menghindari meluapnya air ke badan jalan.

Akan tetapi, upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Bahkan sejumlah cicin di desa Lokki mislanya, sudah terlepas dibawah arus air yang cukup deras.Wilayah lain seperti di dusun Laala pun hampir sama kondisinya. Dimana goronga-gorong tidak mampu menampung jumlah air yang mengalir. Akhirnya, pengerasan jalan seakan tidak berarti apa-apa.


"Perihal kondisi jalan itu, Asril Luhulima, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Syariah IAIN Ambon yang juga warga kecamatan Huamual menyorotinya dengan berbagai pertimbangan dan pengkajian yang matang. 

Luhulima mengendus, pengerjaan jalan tersebut hanya untuk kepentingan pencitraan. 

“Dan atau, kontraktor tidak becus menerjemahkan kemauan pemerintah daerah,” tegasnya.
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini mencermati, adanya pemborosan anggaran untuk proyek yang hanya bersifat sementara. Apalagi proyek dijalankan menggunakan APBD.

“Saya tidak tahu persis nilai proyeknya. Tapi sebagaimana pemberitaan  media massa bahwa Bupati SBB ambil alih jalan Huamual yang merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Maluku. Tanggung jawabnya diambil Bupati tentu menggunakan anggaran daerah kabupaten,” paparnya.

“Memang fakta lapangan, pengerasan jalan itu efeknya tidak bertahan lama,” akuinya menambahkan.
Dirinya berharap, pemerintah kabupaten SBB harus lebih transparan dalam pelayanan. Terutama dari segi pemabangunan infrastruktur.

“Jika tak mampu, jangan dipaksakan. Terkesan nantinya seperti pemborosan anggaran,” papar dia.

Aktivis Literasi ini juga menyentil kinerja sejumlah anggota DPRD Daerah Pemilihan kecamatan Huamual.
Kiranya kata Luhulima, mereka menampakan taringnya memeperjuangkan lintasan jalan Huamual demi meningkatkan taraf ekonomi masayarakat setempat.


Semenitara menurut salah satu pengguna jalan di dusun Olas yang enggan di sebutkan namanya mengaku, pengerasan jalan Huamual hanya bertahan kurang lebih lima hari pasca pengerjaan oleh kontrakor.

Ruas jalan dari Desa Ariate Menuju Desa Loki kecamatan huamual yang sudah rusak parah itu dikerjakan asal-asalan.
Pasalnya tidak ada alat berat seperti mobil Tendem Roller  untuk pengerasan. Kontraktor hanya mengadalakan gilasan mobil Truck pengangkat matrial.

La Ambran  warga dusun seputan desa Lokki diwawancarai team media ini mengaku hal tesebut. 
Dicontohkan wilayah Olas. Tidak sama sekali tersentuh. 

“Kami hanya nikmati hasil pengerasan jalan itu beberapa hari. Sekarang sudah kembali hacur seperti sedia kala,” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublis, kepala dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten SBB belum memberikan keterangan. Dihubungi via seluler oleh wartawan tapi tidak tersambung. 

Untuk diketahui, ruas jalan kecamatan Huamual merupakan tanggung Jawab Pemerintah Provinsi Maluku. Namun karna sudah rusak parah dan sering memakan korban yang melintas hingga membuat Bupati Kabupaten SBB M.Yasin Payapo meminta izin kepada Gubernur Maluku Murad Ismail untuk di buat tanggul dan pemadatan ruas jalan oleh Pemkab SBB.Pengerasa

(Alwi)

No comments:

Post a Comment