Ticker

6/recent/Ticker-posts

Minimnya Kesejahteraan Perawat Pasien COVID-19 di Kota Pasuruan

Para perawat COVID19 di Kota Pasuruan

Pasuruan.indometro.id -Terasa tidak sepadan dengan resiko tugasnya, honor para perawat pasien COVID-19 di beberapa rumah karantina di Kota Pasuruan nampaknya jauh dari kata sejahtera. Tanpa uang transport, mereka hanya mendapat honor sebesar 2,5 juta perbulan. Kalau rata dihitung perhari, para perawat itu dihargai dengan gaji 80 ribu perhari.

"Ya, itu yang saya terima, 2,5 juta perbulan. Tidak ada uang transport. Padahal rumah saya juga lumayan jauh. Pemerintah pusat sendiri melalui kementerian Kesehatan saya dengar telah mencanangkan insentif tambahan untuk kami yang berada di lapangan dan bersentuhan langsung dengan para pasien, tapi sampai saat ini insentif yang dimaksud tersebut belum terwujud," ucap seorang perawat pasien COVID19 di Kota Pasuruan yang enggan disebut namanya.

Mungkin apa yang kami terima adalah yang paling kecil dari daerah lain, karena saya dengar honor perawat pasien COVID19 paling minim adalah 5 juta, tapi kami juga bingung, karena hal itu sudah tertulis dalam kontrak dan tidak ada tindak lanjut untuk pembaruan kontrak, lanjut perawat pasien COVID19 tersebut.

Apa yang dikatakan salah satu perawat pasien COVID19 di Kota Pasuruan ini nampaknya memang bukan isapan jempol. Dikutip dari wartabromo, 15 Juni 2020, juru bicara gugus tugas covid-19 Kota Pasuruan, Shierly Marlena, mengatakan, itupun bukan insentif harian. Melainkan kontrak per bulan dengan besaran Rp 2,5 juta.

Para perawat ini bertugas di rumah isolasi dan memang bersentuhan langsung dengan para pasien. Dan untuk sekedar diketahui, bahwa kalkulasi pasien COVID19 di Kota Pasuruan makin hari makin bertambah banyak. Dengan demikian tugas dari para perawat itu juga semakin berat dan beresiko. Dengan 2,5 juta perbulan, apakah mereka bisa tetap fokus dan maksimal dalam menjalankan tugas-tugas ke depan yang makin berat?. 


(Garwij)