Ticker

6/recent/Ticker-posts

Habiskan Anggaran 7 Milyar Proyek Air Bersih, Takunjung Dinikmati Masyarakat

pembangunan proyek air bersih di Desa Lolobata

Haltim, indometro.id - pembangunan proyek air bersih di Desa Lolobata Kecamatan Wasile Tengah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara yang menelan biaya senilai 7 milyar hingga saat ini belum dinikmati warga. Pasalnya Proyek yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu pekerjaanya belum juga tuntas.

Padahal menurut warga setempat, proyek tersebut dikerjakan sejak 2018 lalu. Hingga memasuki tahun 2020 proyek tersebut belum juga tuntas. Akibatnya, hingga saat ini warga setempat masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Tri, pengawas tehnis lapangan pada proyek air bersih tersebut mengaku, anggaran proyek tersebut tidak cukup untuk membangun bak penampung air. Padahal, proyek yang bersumber dari APBN itu nilainya sangat fantastis yakni kurang lebih Rp. 7 miliar. “Pemasangan air bersih itu sebenarnya angarannya tidak cukup sampai pembuatan bak penampungnya, karena angaran pemasangan pipa air bersih itu kurang lebih tujuh miliar,” kata Tri, kepada indometronews.com melalui sambungan telpon, beberapa hari lalu.

Tri mengaku, tambahan sambungan pipa dari bak penampung air ke bak penampung air lainya menggunakan dana pribadinya. Ironisnya lagi Tri mengaku tidak mengetahui nama perusahaan yang memenangkan tender proyek air bersih tersebut.”Untuk nama CV yang menender pipa air bersih ini saya juga tidak tau nama CV nya,” akunya.

Menanggapi hal ini, Ketua Karang Taruna Desa Lolobata, Tahwim Hamisi kepada indometronews.com Kamis (16/07/2020), secara tegas mengatakan, tidak masuk akal seorang pengawas tidak mengetahui nama perusahaan yang menangani proyek tersebut. “Sungguh aneh tapi nyata seorang pengawas tidak tahu nama perusahaan yang diberikan tanggung jawab kepadanya,” tegasnya.

Apa pun alasanya, Tahwin meminta agar kontraktor tidak melepas tanggung jawab terhadap proyek yang belum diselesaikan itu. Tahwin pun meminta kepada penyidik Polres Haltim maupun lembaga penegak hukum lainya untuk turun mengaudit proyek tersebut. “Kami anggap proyek ini gagal, sangat tidak mungkin sebagai tehnis lapangan membuat pernyataan jumlah angaran pemasangan pipa air bersih masih menggunakan kalimat kurang lebih,   yang paling parahnya lagi tidak tau nama CV, pihak Polres Haltim maupun pihak yang berkompeten segera turun mengecek proyek ini,” pintanya. (Hasanudin)