Ticker

6/recent/Ticker-posts

Lanjut projek bocimi,960 Makam Direlokasi

foto : 980 makam kolot


Sukabumi, indometro.id - Proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) kembali memakan ‘korban’. Kali ini, sebanyak 960 makam di Kampung Ciambar Kolot, Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi terpaksa harus direlokasi akibat tergerus pembangunan Jalan Tol tersebut.

 relokasi makam tersebut sudah berlangsung sejak 30 Mei 2020 lalu. Hingga saat ini, sudah 154 jenazah yang berhasil dipindahkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tidak jauh dari tempat pemakaman sebelumnya.

Untuk memindahkan makam-makam tersebut, pemerintah menyiapkan uang kerohiman Rp1,7 miliar.Kepala Desa Ciambar, Suparkah menjelaskan, dalam relokasi ini tidak semua makam dipindahkan. Hanya makam yang terdampak pembangunan Tol Bocimi saja yang direlokasi.

“Kalau jumlah makam semuanya ribuan. Tapi yang direlokasi hanya 960 makam saja yang terdampak pembangunan,” jelas Suparkah
Anggaran untuk relokasi ini, yakni untuk biaya penggalian makam, kain kafan dan lainnya.

Sementara sisanya, untuk penataan TPU yang baru.

“Anggaran sebesar Rp1,7 miliar ini untuk semua biaya relokasi seperti, penggalian makam, membeli kain kafan, penataan TPU yang baru agar bisa tertata dengan rapih,” ungkapnya.

Suparkah mengaku, sebelum pelaksanaan relokasi warga sempat melakukan penolakan. Tapi ketika sudah diberi penjelasan dan terus dilakukan sosialisasi, akhirnya warga pun bisa menerima.

“Alhamdulillah warga saat ini antusias dengan adanya relokasi ini. Ya meskipun sebelumnya ada beberapa warga yang menolak. Sekarang semunya sudah sepakat,” paparnya.

Untuk TPU yang baru, Suparkah mengaku lebih luas jika dibanding dengan TPU sebelumnya yang jumlahnya hanya 7.700 meter perseg
“Kalau TPU yang sekarang luasnya mencapai 10.000 meter persegi lebih. Jadi sangat cukup untuk merelokasi makam yang ada,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Relokasi, Aap Setiawan menambahkan, dalam pemindahan makam ini panitia membentuk delapan tim untuk menggali makam.

Selain itu, panitia juga bekerjasama dengan perusahaan yang membangun Tol Bocimi untuk membantu menggali di TPU yang baru menggunakan alat berat sehingga proses penggalian untuk pemakaman bisa cepat.

“Mudah-mudahan dengan menggunakan alat berat dalam waktu 20 hari relokasi bisa selesai,” tambahnya.

Terpisah, salah seorang warga setempat, Ujang Jamaludin (55) mengaku tidak keberatan dengan adanya relokasi tersebut. Hal ini demi kemajuan pembangunan di daerah.

“Ya, pembangunan Tol Bocimi inikan program dari pemerintah pusat sehingga mau tidak mau kami sebagai warga harus mensuportnya.

Setiap makam diberikan uang ganti sebesar Rp1,8 juta. Untuk biaya pengurusan jenazah Rp800 ribu dan yang Rp1 juta diberikan kepada keluarga.

Tetapi saya tidak mau menerima uangnya dan dikembalikan kepada panitia untuk pengelolaan dan penataan di pemakaman yang baru,” pungkasnya. (Anwar Kadapi)