TERBUKTI ! Gagasan Wali Kota Palu telah mampu Putuskan mata rantai Covid-19 - Indometro Media

Berita Terbaru

Tuesday, May 12, 2020

TERBUKTI ! Gagasan Wali Kota Palu telah mampu Putuskan mata rantai Covid-19

Baca Juga

foto : walikota palu


Palu Sulteng, indometro.id - Meskipun berdasarkan Update data tentang  jumlah Pasien Covid-19 dikota Palu pertanggal 12.Mei.2020 mengalami kenaikan yakni ketambahan satu kasus  Positif hasil Test Swab, namun ternyata dibalik itu Tersirat makna bahwa apa yang menjadi Fungsi dari Gagasan Walikota Palu Hidayat yang membuat Pondok Perawatan Covid-19 atau dengan Istilah lain dari Isolasi/ Karantina terhadap OTG dan ODP itu dinilai telah berhasil

"Seandainya Pasien ini tidak dirawat di Pondok Perawatan Covid-19 atau dia lebih  memilih mengisolasi diri secara mandiri dirumahnya maka  kita tidak bisa lagi mengukur berapa banyak kontak yang telah dia lakukan, Kata Kadis Kesehatan Kota Palu dr Husaema

hikmahnya tambah husaema jauh sebelum  terkonfirmasi positif, dia sudah dirawat di Pondok Perawatan, sehingga dia belum banyak berinteraksi dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat lainnya, atau tidak sempat menularkan lagi kepada orang lain.

"Jadi orang-orang disekitarnya juga kita sudah tracking dan semua hasil rapid testnya non-reaktif, dengan begitu kita berharap agar warga disekeliling rumah keluarga pasien tidak perlu Khawatir. jelasnya

Diketahui Pasien Laki Laki berinisial (A)  Asal Kelurahan Boyaoge ini telah menjalani perawatan di Pondok perawatan sejak Awal bulan April 2020 Lalu,  dimana Pasien Tersebut dengan kesadaran dirinya datang  meminta untuk dirawat di pondok, namun karena kondisi kesehatan yang kian memburuk maka dirinya dibawa ke RS Anutapura Palu untuk penanganan lebih lanjut

Ketua Tim Surveillance kota Palu, dr. Rochmat Jasin mengutarakan bahwa adanya tambahan satu kasus tersebut merupakan pasien berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang hasil uji Swabnya menunjukan positif Covid-19.

"Pasien ini sebelumnya telah kita rawat di Pondok Perawatan Covid-19 sekira dua minggu. Namun dikarenakan kondisinya kian memburuk, maka kita rujuk ke RSUD Anutapura Palu, kalau hasil uji Swab pertamanya itu negatif, namun setelah uji Swab yang kedua, hasilnya  positif Covid-19.terang Rohmat

Walikota Palu Hidayat yang diminta keterangan tentang adanya Ide dan gagasan pondok Perawatan itu belum lama ini, mengaku bahwa dirinya menciptakan program itu hanya selama 5 hari saja termasuk pola penerapan Pos Lapangan yang tersebar di 6 lokasi kota Palu serta Alur Pemeriksaan yang dijalankan oleh petugas

" Saya menyusun semua program ini dengan Teori dari hulu ke hilir yang pernah saya dapati ketika mengikuti Lemhanas lalu, Jadi sederhananya begini ketika kita telah melihat hasil akhir dari suatu masalah itu seperti apa, maka untuk dapat menyelesaikannya kita harus menyusunnya dari awal sehingga kita dapat mengetahui bagaimana langkah atau upaya yang akan kita lakukan dalam menghadapi hasil akhir  tadi.jelasnya

Lebih lanjut Hidayat membeberkan bahwa itulah dasar berpikir sehingga program penanganan Covid-19 dipalu itu digalakannya dengan pembentukan Pos Pos Lapangan yang melakukan pemeriksaan kesehatan langsung terhadap Pelaku perjalanan,  dan kemudian dirinya melengkapi dengan mendirikan satu Posko Induk pengendalian Data dan Informasi serta program terakhir yakni pembuatan Pondok perawatan Covid-19 yang khusus menangani OTG, dan ODP serta tujuan
yang tak kalah penting lainnya yakni  Pondok Perawatan akan menjadi Solusi dalam memutus mata Tantai Penyebaran Covid-19 di Kota Palu. Harapnya.

Berdasarkan data Update Tim Surveillance Satgas Covid-19 kota Palu mencatat adanya penambahan satu kasus baru terkonfirmasi positif pertanggal 12 Mei 2020, sehingga total Pasien Positif menjadi 17 kasus yang terdiri dari 13 yang sedang dirawat, 2 sembuh, dan 2 meninggal.(HAMID Melaporkan)


Sumber : indometro.id

No comments:

Post a Comment