Tak Terima Disamakan Sengkuni, Ketua PAN DIY: Ngawur! - Indometro Media

Berita Terbaru

Sunday, May 10, 2020

Tak Terima Disamakan Sengkuni, Ketua PAN DIY: Ngawur!

Baca Juga

Logo PAN - 2019
foto : logo PAN


Yogyakarta, indometro.id - Wakil Bendahara Umum DPP PAN Rizki Aljupri menyebut saat ini DPP PAN tengah memproses pengangkatan Plt Ketua DPW Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)dan Ketua DPW PAN Sulawesi Barat. Keduanya disebut telah menyatakan keluar dan akan bergabung dengan partai baru usai Hanafi Rais menyatakan mundur dari PAN.
Namun, hal itu dibantah Ketua DPW PAN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nazaruddin. Nazaruddin mengatakan dirinya tidak pernah menyatakan mundur. Dia juga protes disamakan dengan karakter sengkuni seperti yang dikatakan Rizki.
"Apa yang disampaikan Rizki Aljupri itu omongan ngawur. Saya belum pernah menyatakan mundur dari ketua DPW," kata Nazaruddin dalam pesan singkatnya, Senin (11/5/2020).
"Saya diberi amanah oleh musyawarah wilayah, dan saya akan saya kembalikan dan pertanggungjawabkan kepemimpinan saya kepada musyawarah wilayah. Begitu aturan dan etikanya," lanjutnya.
Nazaruddin menegaskan jika dia sudah tidak berminat lagi menjadi Ketua DPW. Dia pun siap menentukan jalan politik sendiri setelah musyawarah wilayah.
"Mungkin karena Rizki Aljupri kader yang baru dicomot kemarin sore nggak paham aturan dan etika begini. Saya sudah tidak berminat lagi menjadi Ketua DPW. Setelah musyawarah wilayah nanti saya akan menentukan jalan saya sendiri," tegasnya.
Nazaruddin pun berbalik menuding orang-orang seperti Rizki lah yang merupakan sosok sengkuni di tubuh PAN.
"Orang-orang seperti Rizki Aljupri yang kemarin sore baru masuk partai, mental penjilat itulah sengkuni partai yang telah merusak PAN. Tidak punya rasa hormat terhadap pendiri partai," tudingnya.
Dia juga mengkritik cara Rizki yang langsung menyerang pribadi saat berbeda pendapat. Nazaruddin kesal karena menurutnya kritik itu bukan diselesaikan dengan debat yang bermutu.
"Model atau gaya yang seperti dilakukan Rizki Aljupri itu baru muncul belakangan ini di PAN, kalau berbeda pemikiran, tidak berdebat tentang konten, tapi menyerang pribadi," lanjutnya.
Lebih lanjut, selama ini Nazaruddin mengaku menjadi salah satu politisi PAN yang vokal. Menurutnya yang dia suarakan selama ini merupakan kritik terhadap DPP.
"Selama ini yang saya suarakan adalah kritik kepada DPP. Apakah berbeda pendapat itu merupakan pelanggaran terhadap aturan partai?" ucapnya.
Dia pun kembali menegaskan jika pilihannya saat ini bukan karena baper kongres. Dia menyebut berbeda pilihan bukan berarti baper.
"Kalau toh nanti harus berpisah jalan, itu karena perbedaan prinsip dalam perjuangan. Bukan karena baper kongres. Narasi para penjilat di PAN justru yang baper kongres," paparnya.
Para konstituen partai berlambang matahari itu, kata dia, ketika memilih PAN tidak menghendaki PAN bergabung dan menjadi bagian dari rezim.
"Apa yang saya suarakan adalah suara mayoritas konstituen PAN DIY," tuturnya.
Sebelumnya, mundurnya Hanafi Rais dari PAN memunculkan sinyal akan adanya partai baru. Wakil Bendahara Umum DPP PAN Rizki Aljupri menyebut orang yang akan bergabung pada partai baru tersebut merupakan sekelompok orang yang tak dapat menerima kekalahan di Kongres Kendari.
"Melihat pemetaan individu yang menyatakan akan bergabung dengan partai baru bentukan Amien Rais, DPP PAN menilai ini tidak lebih dari sekelompok orang yang tidak dapat menerima kekalahan karena jagoan mereka kalah dalam Kongres PAN di Kendari," ujar ujar Rizki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/5).
Rizki yang juga merupakan Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Tegal menilai, saat ini PAN justru bersyukur dengan keluarnya beberapa orang tersebut. Menurutnya, hal ini membuat PAN terbebas dari orang dengan karakter sengkuni.
"Kami justru bersyukur, karena saat ini PAN dapat lepas dari orang-orang yang memiliki karakter sengkuni," kata Rizki.

berita ini bersumber dari : detiknews

No comments:

Post a Comment