Penjual Daging Sapi Ternyata Babi Berasal Dari Sukabumi - Indometro Media

Berita Terbaru

Wednesday, May 13, 2020

Penjual Daging Sapi Ternyata Babi Berasal Dari Sukabumi

Baca Juga

foto : penjual daging sapi ternyata babi


Sukabumi, indometro.id - Daging sapi memiliki warna merah terang, tidak pucat dan mengkilap.Secara kasat mata fisik daging sedikit kaku, elastis dan tidak lembek.

 jika dipegangmasih terasa basah dan tidak lengket di tangan, dari segi aroma daging sapi sangatkhas (gurih). Kandungan protein daging sapi sebesar 18,80 %,untuk menanggulangi adanya kesalahan daging sapi yang baik maka,Tim gabungan Dinas Peternakan, Dinas Perdagangan Kabupaten Sukabumi bersama petugas Kepolisian serta TNI, Selasa siang (12/5/2020) melakukan sidak ke lapak daging di sejumlah pasar di Kabupaten Sukabumi. Tim mencari daging babi di lapak daging sapi yang dicurigai.

 pasca terbongkarnya sindikat pemalsu daging sapi di Bandung, dimana salah satu pelakunya adalah warga Kabupaten Sukabumi.

Sidak dilakukan di Pasar Semi Modern Cibadak. Seluruh daging di lapang daging sapi diperiksa secara khusus oleh tim ahli dari dinas peternakan. “Kami melakukan sidak untuk memastikan lapak daging sapi di pasar cibadak ini bebas dari daging babi atau daging oplosan babi,” jelas Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Iwan Kurniawan kepada wartawan.

“Ini tindak lanjut dari kasus yang di Bandung karena salah satu pelakunya adalah orang Sukabumi dari Kecamatan Cicantayang,” tegas Iwan.

“Alhamdulilah Cibadak aman, tidak kami temukan daging babi yang diolah jadi daging sapi,” pungkas Iwan.

Pemkab melakukan hal ini karena salah seorang dari sejumlah pelaku daging sapi palsu yang ditangkap kepolisian di Bandung berasal dari Kabupaten Sukabumi. Tim pengawan pangan khawatir daging babi yang diramu sehingga mirip daging sapi juga beredar di pasar pasar di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Jangan takut untuk melapor jika ditemukan daging yang mencurigakan, akan kita tindak. Hukumannya berat, kurungan lima tahun denda Rp 2 miliar, melanggar undang undang perlindungan konsumen,” sambung Panit Reskrim Polsek Cibadak, Iptu Madun yang ikut dalam sidak daging sapi oplosan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasar-pasar di Bandung digegerkan dengan penjualan daging babi bertuliskan daging sapi saat Ramadan. Dilansir dari indometro.id Satreskrim Polresta Bandung mengungkap penjualan daging sapi 'palsu' tersebut.

Pengungkapan ini, berawal dari adanya informasi dari masyarakat bahwa di sekitaran Desa Kiangroke, Banjaran Kabupaten Bandung, terkait adanya aktivitas penjualan daging babi, pada Sabtu (9/5/2020).(Anwar, melaporkan)


Sumber : indometro.id

No comments:

Post a Comment