Ticker

6/recent/Ticker-posts

Terima Donasi Rp200 Miliar, Pemerintah Akan Manfaatkan untuk Bantu Tenaga Medis

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (BNPB)
JAKARTA, indometro.id – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menerima donasi dari seluruh elemen masyarakat senilai Rp200 miliar.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyebut donasi itu akan digunakan untuk membantu tenaga kesehatan yang tengah berjuang melawan virus corona (Covid-19).
"Sebagian besar akan dimanfaatkan untuk memastikan bahwa tenaga kesehatan kita, keluarga mereka, dan seluruh masyarakat yang terdampak dari penyakit ini bisa kami bantu dan bisa bekerja dengan lebih baik bisa lebih tenang berada di rumah tanpa kepanikan dan tanpa kekawatiran," kata Yurianto dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Rabu (15/4/2020).
Pada kesempatan itu, Yurianto juga menyatakan sudah ada lebih dari 22.000 relawan secara sukarela telah bergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
"Sudah lebih dari 22.000 relawan yang secara sukarela telah mendaftarkan diri dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 baik di tingkat nasional maupun di daerah," ujar Yurianto.

Di sisi lain, pemerintah menargetkan dapat memproduksi hingga 16.000 alat perlindungan diri (APD) berstandar medis yang sangat diperlukan tim medis dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
"Kami targetkan produksi ini bisa dikejar sampai 16.000 APD per hari. Ini adalah upaya keras kita agar seluruh petugas kesehatan di seluruh pelosok Tanah Air bisa bekerja dengan tenang, bisa bekerja dengan rasa aman, ini bagian dari keseriusan kita," tutur Yurianto.
Ia menjelaskan, target tersebut bisa terpenuhi berkat pengusaha tekstil dalam negeri yang mampu dan bersedia mengalihkan lini produksinya untuk memproduksi APD berstandar medis.
"Kami patut bersyukur bahwa saat ini (APD) sudah bisa diproduksi dengan bahan baku lokal yaitu menggunakan polyester 100% ini adalah upaya kita untuk memenuhi kebutuhan APD dengan medical grade dengan standar terbaik untuk memberikan perlindungan maksimal di seluruh petugas medis," tutur Yurianto.
Yurianto mengatakan APD tersebut sudah lolos tes pada uji di Balai Besar Tekstil Kemenperin dan diakui standarnya oleh WHO.

Berita ini sudah terbit di OKEnews