Ticker

6/recent/Ticker-posts

Harga Karet hanya Rp 4.000, Petani Pilih Mati Kelaparan

Ilustrasi Petani Karet
MERANGIN, indometro.id – Pandemi Covid-19 sudah dirasakan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Selain dampak sosial, pandemi ini juga sangat berdampak pada ekonomi masyarakat. Salah satunya dirasakan oleh petani karet di Merangin.

Ketika diwawancarai awak media, seorang petani karet di Kecamatan Bangko, Arman (56) menyebutkan, saat ini Ia hanya bisa pasrah, karena harga jual karet yang tak bisa diharapkan.

“Nak makan apo kini, nak jual getah (karet) toke cuma mau ngambek Rp 4.000 (Empat Ribu Rupiah), untuk beli beras bae ndak cukup,” ungkap Arman.

Disebutkannya, dengan harga rendah, terpaksa Ia mencari pinjaman, untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Mano sekarang hari hujan terus, ado getah malas nak jual, terpakso kini cuman biso minjam kesano- kesini, dari pado orang dirumah ndak ado makan,” ujarnya.

Bahkan Ia juga sangat berharap kepada Pemerintah, untuk dapat memberikan solusi terhadap harga karet ini.

“Kami ni ndak tau lagi nak ngadu dengan siapo, kalau macam ni terus, biarlah kami mati kelaparan,” pungkasnya.(Iwan)