Ticker

6/recent/Ticker-posts

Demam Usai Interaksi dengan Pasien Corona, 2 Tenaga Medis di Blora Diisolasi

Ilustrasi
BLORA, indometro.id – Dua tenaga medis di Blora, Jawa Tengah, menderita demam setelah berinteraksi dengan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Kini keduanya menjalani observasi di ruang isolasi RSUD Blora.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, menyampaikan, keduanya belum dinyatakan sebagai pasien positif Covid-19. Mereka juga telah menjalani rapid test atau uji cepat corona dan hasilnya negatif.
“Pagi tadi juga ada info beberapa tenaga medis, baik dokter maupun perawat yang terkonfirmasi positif. Itu tidak benar. Memang saat ini ada tenaga dokter dan paramedis yang sedang diisolasi di RSUD Blora dalam rangka kewaspadaan dini,” kata Lilik, Kamis (16/4/2020).

Dia menambahkan, dua tenaga medis itu suhu tubuhnya terpantau meningkat. Selain rapid test, pihak rumah sakit juga melakukan pemeriksaan foto rontgen. Sebagai bentuk kewaspadaan, mereka menjalani isolasi.
“Keduanya memang panas (demam) karena semua tenaga medis yang berhubungan dengan ODP atau PDP pasti dia berisiko. Namun setelah tadi kita rapid test, keduanya negatif. Namun tetap diisolasi, bukan karena apa-apa. Namun, kita pantau sebagai bentuk kehati-hatian kita. Hasil laborat dan foto rontgen tidak mengarah ke sana,” ucapnya.
Lilik mengimbau masyarakat tak khawatir dengan ODP yang menjalani karantina mandiri di rumah. Selagi tidak kontak secara langsung, penularan virus corona bisa dihindari. Karantina mandiri dilakukan selama 14 hari.

“Kami berpesan dan memohon, jangan mendiskriminasi dan takut orang-orang ODP maupun PDP. Karena mereka pun tidak mau seperti itu. Jangan dikucilkan. Kalau sudah bisa melakukan isolasi mandiri di rumah berarti aman. Warga sekitar jangan takut. Yang isolasi mandiri di rumah juga harus taat pada dokter dan paramedis,” tuturnya.



Berita ini sudah terbit di OKEnews