Ticker

6/recent/Ticker-posts

Dampak Covid-19, Ancaman PHK di Depan Mata Para Pekerja

Ilustrasi
JAKARTA, indometro.id - Virus corona (Covid-19) yang kini mewabah di Indonesia berdampak pada melemahnya sektor perekonomian. Melemahnya sektor perekonomian itu membuat sejumlah pekerja kontrak terancam hilang pekerjaannya atau dirumahkan oleh masing-masing perusahaan.
Ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tersebut mulai dirasakan oleh sebagian buruh kontrak. Salah satu yang merasakan ancaman PHK yakni, Usman (25), buruh di salah satu rumah makan di daerah Jakarta.
Usman mengaku sudah sepekan dirumahkan oleh atasannya, setelah mewabahnya virus corona di Jakarta. Meskipun, kata Usman, perusahaannya belum secara resmi memutuskan hubungan kerja.
"Owner saya bilang engga dipecat cuma dirumahkan aja. Karna sebagian karyawan juga sama. Jadi bukan hanya saya saja. Cuma intinya sih engga di bayar," ujar Usman saat berbincang dengan indometro.id, Rabu (1/4/2020).
Usman pasrah dengan kebijakan yang diputuskan perusahaannya. Ia memaklumi kebijakan untuk dirumahkan sementara karena memang omset tempatnya bekerja menurun drastis.
Usman berharap pemerintah dapat bertindak dengan cepat dan tepat dalam menangani penyebaran virus corona. Apalagi, kata dia, dalam beberapa hari kedepan sudah memasuki bulan puasa.
"Harapan saya sih setidaknya pemerintah bisa membuat tenang dan nyaman di tengah wabah ini. Buat perusahaan juga. Pasti banyak yang engga dapet THR itu khawatir nya kita. Ya pengennya sih ada uang libur gitu dari perusahaan. Masa kita bertahan dari uang sisa gaji kita, sama di paksa libur," bebernya.
"Kalau memang di PHK, masa saya engga dapet uang tunjangan PHK. Nah sekarang kebutuhan anjlok banget saya. Soalnya kan kita bukan cari makan doang, tidur juga bayar ngontrak," sambungnya.
Sementara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat, saat ini sudah mulai ada gelombang PHK di beberapa perusahaan. Namun, KSPI belum mendapat data resmi jumlah buruh atau pekerja yang di PHK.
"Kalau jumlah yang di PHK belum ada. Baru sebatas informasi perusahaan akan melakukan PHK. Perusahaannya sudah memberitahukan akan adanya PHK," ujar Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI, Kahar S Cahyono saat dikonfirmasi terpisah.

Berita ini sudah terbit di OKEnews

Artikel Terkait