Siswa SMK Tewas Ditikam Temannya di Polewali Mandar - Indometro Media

Berita Terbaru

Tuesday, December 17, 2019

Siswa SMK Tewas Ditikam Temannya di Polewali Mandar

Baca Juga

Siswa SMK Tewas Ditikam Teman di Polewali Mandar, Keluarga Menangis Histeris
ist
INDOMETRO.ID – Seorang siswa kelas 1 SMK berinisial U (15), tewas setelah ditikam temannya di Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (18/12/2019) malam. 

Sementara pelaku R (16), yang juga remaja langsung melarikan diri dan masih dalam pengejaran polisi.

Jenazah korban yang tiba di rumah duka pun langsung disambut tangis histeris oleh para keluarga. Bahkan, ada yang jatuh pingsan saat melihat jenazah korban diturunkan dari mobil ambulans.

Ratusan warga setempat juga ikut menyambut kedatangan jenazah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga, penikaman itu berawal saat korban dan pelaku duduk-duduk di warung di perempatan ujung kampung. 

Tanpa alasan yang jelas, keduanya berkelahi. Pelaku yang diduga telah membawa senjata tajam, tiba-tiba menikam perut korban tiga kali hingga jatuh tersungkur.

"Mereka sempat duel, tapi penyebab perkelahiannya tidak tahu. Setelah itu temannya menikam korban sampai akhirnya meninggal," kata salah seorang warga setempat.
Melihat korban tidak berdaya, pelaku melarikan diri. 

Sementara warga setempat yang melihat kejadian itu sempat membawa korban ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan lagi karena luka parah.


Polisi berjaga-jaga di sekitar rumah pelaku penikaman siswa SMK berinisial U (15) di Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (18/12/2019) malam. (Foto: iNews/Huzair Zainal)
Polisi berjaga-jaga di sekitar rumah pelaku penikaman siswa SMK berinisial U (15) di Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (18/12/2019) malam. (Foto: iNews/Huzair Zainal)


Aparat kepolisian setempat yang mendapat laporan tiba di lokasi kejadian dan langsung memburu pelaku. 


Ratusan warga berkumpul di sekitar lokasi, termasuk keluarga korban yang rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian penikaman. 

Hingga Rabu (18/12/2019) dini hari, polisi terus mencari keberadaan pelaku.

Polisi juga masih meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab dan kronologi penikaman yang menewaskan korban. 

Termasuk dari teman-teman korban yang diduga melihat kejadian.

Untuk mengantisipasi aksi balas dendam dari keluarga korban, aparat Polres dan Polsek setempat juga berjaga-jaga di sekitar rumah pelaku. 


Lokasinya hanya berjarak 2 kilometer (km) dari rumah korban.


berita ini bersumber dari inews

No comments:

Post a Comment