Kasus Petugas KPPS, Berapa Lama Batas Maksimal Bekerja Tanpa Henti - Indometro Media

Berita Terbaru

Thursday, May 9, 2019

Kasus Petugas KPPS, Berapa Lama Batas Maksimal Bekerja Tanpa Henti

Baca Juga

sorot kpps sakit perawatan
sorot kpps sakit perawatan
INDOMETRO.IDKabar petugas KPPS kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal usai Pemilu 2019 sontak jadi buah bibir. Hingga saat ini sudah sekitar 440 jiwa petugas KPPS yang tercatat meninggal. 

Banyak pihak yang berspekulasi dan menduga bahwa mereka meninggal akibat kelelahan. Lalu, seberapa lama sebenarnya manusia bisa bekerja tanpa istirahat, dan mungkinkah seorang meninggal akibat kelelahan bekerja?
"Kita punya jam biologis, jadi kita itu punya 8 jam untuk kerja keras, 8 jam kerja ringan dan 8 jam untuk istirahat, normalnya seperti itu. Kalau jam ini kita lewati bisa saja terjadi kelelahan, tapi itu tergantung dari kondisi pasien atau kondisi dari masyarakat itu," ungkap Spesialis Penyakit Dalam RSCM UI, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, saat dihubungi VIVA, Kamis, 9 Mei 2019.
Ia mengatakan bahwa ada seorang yang bisa tahan bekerja hingga 24 jam, sementara beberapa yang lainnya mengalami pusing atau mengalami peningkatan tekanan darah saat terlalu lama bekerja. 
"Jadi enggak bisa menggeneralisir bahwa orang yang menyalahi jam biologis tadi langsung kena penyakit. Ada juga orang yang terinfeksi, misalnya ada demam berdarah, padahal rumahnya sama, tapi yang lain gapapa. Itu kan bicara soal risk factor," kata Ari. 
Ari melanjutkan bahwa kelelahan hanyalah salah satu faktor pencetus seorang hingga akhirnya meninggal. Namun, ia menegaskan bahwa faktor itu tidak 100 persen menjadi penyebab secara langsung terjadinya kematian. 
"Itu tidak bisa, enggak ada kelelahan penyebab kematian, itu tidak ada. Kelelahan itu jadi faktor pencetus, tapi juga tidak 100 persen," kata dia. 
Menurutnya setiap orang akan mengalami reaksi dan akibat yang berada dari satu kasus dan kasus lainnya. Sehingga, lagi-lagi ia mengatakan bahwa hal itu tidak bisa digeneralisir. 
"Karena itu sifatnya case by case dan ada faktor risiko lain," ungkap Ari. 
Ia juga kembali menegaskan bahwa secara normal manusia hanya mampu bekerja selama delapan jam dalam satu hari atau 40 jam dalam satu minggu. Jika melebihi dari itu, harus ada kompensasi lain dengan tambahan uang lembur. 
"Karena seusai jam biologis tadi, bahkan penemunya juga mendapatkan Nobel, bahwa ada faktor hormonal, kalau kita terang kita bekerja, kalau gelap kita istirahat," kata dia.(vv)

No comments:

Post a Comment