Pasutri Penjual Bensin Eceran Tewas Terpanggang Bersama Anaknya Didalam Rumah - Indometro Media

Berita Terbaru

Tuesday, October 2, 2018

Pasutri Penjual Bensin Eceran Tewas Terpanggang Bersama Anaknya Didalam Rumah

Baca Juga

petugas team identifikasi polres Tebingtinggi saat melakukan olah tkp
Tebing Tinggi,indometro.id - Sebuah rumah pedagang bensin eceran di kota Tebingtinggi Sumatera Utara,Selasa pagi sekitar pukul 05:00 Wib atau tepatnya di dusun Mangga Dua Dalam desa Bandar Tengah kecamatan Bandar Khalifah Kabupaten Serdang Bedagai telah ludes terbakar dilalap si jago merah,dan atas kejadian ini tiga korban meninggal dunia akibat terbakar.



''Ceritanya pagi itu korban Abdul Azis (31),warga dusun Mangga Dua Dalam desa Bandar Tengah kecamatan Bandar Khalifah kabupaten Serdang Bedagai.Korban yang tinggal di rumah orang tuanya bersama istri dan anaknya pagi itu korban yang sehari-harinya sebagai pedagang bensin eceran/hendak mengisi bensin ke dalam botol aqua yang nantinya ia jual.Namun karena pagi itu  di lingkungan sekitar dalam keadaan mati lampu,korban  pun berupaya menerangi dengan menggunakan lampu teplok.Tanpa di sadari oleh korban,pada saat korban hendak memasukkan bensin ke dalam botol aqua lalu percikan api dari lampu teplok yang korban gunakan akhirnya menyambar minyak bensin yang ada di dalam rumah korban,dan akhirnya api menjalar ke seluruh bagian isi dalam rumah.
jasad ketiga korban saat di rumah duka
Melihat api semakin membesar,korban langsung panik dan langsung berteriak minta tolong.Teriakan korban terdengar oleh kedua orang tuanya yang pada saat itu bersama istri dan anaknya sedang tertidur pulas.Setelah mendengar teriakan minta tolong,orang tua korban langsung keluar dari kamar tidurnya untuk melihat.Melihat di ruangan tamu banyak gumpalan asap hitam,kedua orang tua korban langsung berlari keluar bersama korban.Tapi karena istrinya Karmila (22) dan anaknya bernama Aulia  yang masi berusia dua bulan masih di dalam rumah,korban pun kembali masuk kedalam untuk menolong istri dan anaknya.Namun ternyata api semakin besar,akhirnya melahap ketiganya tanpa ampun.

Menurut keterangan Kepala Desa Mangga Dua Dalam yang bernama Mhd Nasir mengatakan "pagi itu korban yang sehari-harinya berjualan bensin hendak mengisi bensin kedalam botol aqua,tapi karena pagi itu kondisi sedang mati lampu sebelum kejadian korban sudah di peringatkan oleh orang tuannya jika mau mengisi bensin jangan menggunakan mancis atau korek api.Tapi karena korban tak menghiraukan nasehat orang tuanya korban pun mencoba menggunakan lampu teplok untuk penerangan akibatnya saat korban sedang mengisi bensin api menyambar bensin dan langsung membakar seluruh isi dalam rumah dan korban bersama istri dan anak korban juga ikut terbakar dalam keadaan berpelukan".Terang Mhd Nasir.



Dari keterangan kasat reskrim Polres Tebing tinggi AKP T.P Butar-butar mengatakan,akibat terjadinya kebakaran ini yang mengakibatkan tiga korban meninggal dunia : Abdul Azis,Karmila dan anaknya bernama Aulia.Dimana pada sekitar pukul 5 pagi korban pada saat itu sedang mengisi minyak bensin kedalam botol aqua dan pada saat keadaan mati lampu korban mencoba menerangi dengan menggunakan lampu teplok.Tanpa disadari korban akhirnya bensin langsung menyambar lampu teplok yang di gunakan korban.Untuk jasad korban sementara ditempatkan di rumah tetangga dan selanjutnya akan disemanyamkan tidak jauh dari rumah korban.Ucap AKP T.P Butar-butar.

Atas kejadian ini petugas satreskrim polres Tebingtinggi bersama polsek Bandar Khalifah masih mendalami penyebab kebakaran yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia,dan petugas juga meminta beberapa saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian.terang AKP.T.P Butar-butar.(Tian)

No comments:

Post a Comment