Reduce bounce ratesindo Adab Dulu, Baru Ilmu : Fondasi Utama Murid Menuntut Ilmu - Indometro Media
☀️ --°C Medan
banner image

Adab Dulu, Baru Ilmu : Fondasi Utama Murid Menuntut Ilmu

Oleh : Zulkifli, M.Pd Kepala SMAN 1 Lhoksukon


Mari kita tanamkan prinsip dalam dunia pendidikan: Adab dahulu sebelum ilmu. Sebab ilmu tanpa adab dapat menyesatkan, sedangkan adab akan mengantarkan ilmu menjadi berkah dan membawa kemaslahatan bagi kehidupan

Aceh Utara. Indometro. Id - Dalam tradisi pendidikan Islam, terdapat sebuah nasihat yang sangat terkenal: "Al-adabu qablal 'ilmi"adab didahulukan sebelum ilmu. Ungkapan ini mengandung makna yang sangat dalam, bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh banyaknya ilmu yang dimiliki, tetapi juga oleh adab yang menghiasi dirinya.

Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan. Namun, tanpa adab, cahaya itu dapat berubah menjadi alat yang merusak. Sebaliknya, seseorang yang memiliki adab yang baik akan mampu menggunakan ilmu untuk membawa manfaat bagi dirinya, masyarakat, dan bangsa.

Adab mencakup sikap hormat kepada Allah SWT, kepada Rasul-Nya, kepada orang tua, guru, teman, dan seluruh makhluk. Adab juga terlihat dalam kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, rendah hati, serta kesungguhan dalam belajar. Seorang murid yang beradab akan datang tepat waktu, mendengarkan guru dengan penuh perhatian, menjaga sopan santun dalam berbicara, serta menghargai pendapat orang lain.

Para ulama terdahulu memberikan perhatian yang sangat besar terhadap adab. Dikisahkan bahwa banyak murid menghabiskan waktu bertahun-tahun mempelajari adab sebelum mendalami berbagai cabang ilmu. Mereka memahami bahwa ilmu yang bermanfaat hanya akan menetap pada hati yang bersih dan berakhlak mulia.

Imam Malik pernah berpesan kepada seorang murid agar mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu. Pesan tersebut menunjukkan bahwa adab merupakan wadah bagi ilmu. Apabila wadahnya baik, maka ilmu akan berkembang menjadi kebijaksanaan. Namun jika wadahnya rusak, ilmu dapat melahirkan kesombongan, penyalahgunaan kekuasaan, bahkan kezaliman.

Di era digital saat ini, memperoleh ilmu menjadi semakin mudah. Ribuan buku, video pembelajaran, dan berbagai sumber pengetahuan tersedia hanya melalui telepon genggam. Namun, kemudahan memperoleh ilmu harus diimbangi dengan adab dalam menggunakannya. Bijak bermedia sosial, menghormati karya orang lain, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta menggunakan ilmu untuk kemaslahatan merupakan bagian dari adab di zaman modern.

Sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan adab kepada peserta didik. Pendidikan tidak cukup hanya mengejar nilai akademik yang tinggi, tetapi juga harus membentuk karakter yang kuat. Lulusan yang cerdas namun tidak memiliki adab berpotensi menjadi masalah bagi masyarakat. Sebaliknya, lulusan yang berilmu sekaligus beradab akan menjadi pemimpin yang amanah, profesional, dan dipercaya.

Bagi para guru, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya materi yang disampaikan, tetapi juga dari teladan yang diberikan. Guru yang santun, jujur, disiplin, dan penuh kasih sayang akan lebih mudah menanamkan nilai-nilai adab kepada muridnya. Pendidikan karakter yang paling efektif adalah melalui keteladanan.

Pada akhirnya, tujuan ilmu bukan sekadar menjadikan seseorang pintar, tetapi menjadikannya lebih dekat kepada Allah SWT dan lebih bermanfaat bagi sesama. Ilmu yang dibangun di atas fondasi adab akan melahirkan pribadi yang rendah hati, bijaksana, dan bertanggung jawab.

Posting Komentar untuk "Adab Dulu, Baru Ilmu : Fondasi Utama Murid Menuntut Ilmu"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?