Merangin // Indometro.id. Program ketahanan pangan yang di gaungkan oleh pemerintah, seakan-akan Hanyak program menghamburkan uang di tengah dalil efesiensi negara, hal tersebut terlihat dari kegagalan kebun Jabung di desa Selangor, kini program tersebut menjadi cemohan oleh masyarakat.
Lebih kurang satu hetar tanaman jagung yang di tanam oleh pemerintah desa Selangor kini bisa di jadikan contoh kebun jagung Gagal Total, seakan-akan pemerintah Desa lari dari tanggung Jawab dalam program ketahanan pangan yang di gaung oleh Presiden Prabowo.
Keterangan dari beberapa masyarakat setempat kecewa atas kenerja pemerintah desa Selangor diduga tidak serius dan lari dari tanggung jawab dalam menjaga dan merawat kebun jagung sebagai mana program ketahanan pangan pemerintah pusat.
Tanam jagung di desa Selangor yang di pimpin oleh Kades (Anhar), Masyarakat menyebut program tersebut gagal total di lapangan dan patut diduga hanya menghabiskan anggaran negara tanpa hasil nyata, komitmen pemerintah selango dalam mendukung program pemerintah pusat di pertanyakan?
Pantauan rekan media indometro.id langsung di lokasi menunjukkan kondisi tanaman jagung kering, menguning, dan tidak berkembang.l, sentara rumput tumbuh subur menghijau, menunjukan kurangan perawatan oleh panitia ketahanan pangan desa Selangor.
“Ini gagal total. Jagungnya Kering, Kuning, tidak berkembang, bahkan mau mati seperti ini, sedangkan rumput tumbuh subur menghijau lalu di mana ketahanan pangannya? Yang hidup justru rumput liar, bukan tanaman Jagungnya,” katanya, Sabtu (17/03/2026).
Seremoni Penaman oleh Kades Desa Selango, Namun Realitas di Lapangan Memprihatinkan dan Tampa ada tanggung jawab moral terhadapt penggunaan Dana Desa.
Masyarakat yang lainya menilai program tanam jagung lebih menonjolkan agenda simbolik dan pencitraan pejabat Desa Selangor, sementara aspek teknis pertanian dan keberlanjutan sama sekali diabaikan. Menurutnya, kegiatan ini hanya berhenti pada penanaman awal tanpa pengawalan hingga panen.
“Negara hadir lengkap, pemerintah Desa datang kamera menyala. Tapi setelah itu lahan dibiarkan. Kalau hasilnya mati seperti ini, publik berhak menyebut program ini gagal total,” ucapnya.
Anggaran Besar, Hasil Nol Meski angka anggaran tidak pernah dibuka secara rinci, Masyarakat menegaskan mustahil kegiatan skala nasional dengan pelibatan banyak institusi negara tidak menyedot anggaran besar. Mulai dari pengadaan benih, pupuk, alat, logistik, hingga biaya kegiatan
Kalau uang rakyat dipakai tapi jagungnya mati, itu bukan sekadar gagal teknis. Itu pemborosan anggaran. Dan pemborosan ini bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan publik,” tegasnya.
Petani dan Warga Selangor dirugikan, kegagalan ini bukan sekadar soal tanaman, tetapi berdampak langsung pada petani lokal dan masyarakat selango yang dijadikan objek program nasional tanpa kepastian hasil. “Petani dijanjikan ketahanan pangan, yang datang justru lahan gagal panen. selango dijadikan panggung proyek nasional yang hasilnya nihil,” katanya
Pemerintah wajib Audit menyeluruh atas program tanam jagung di kabupaten Merangin, Khusunya Desa Selango
Pembukaan total anggaran dan mekanisme pelaksanaan program kepada publik menjadi hal yang wajib.
Ketua Panitia ketahanan pangan Desa Selangor Musleh saat di comfirmasi melalau panggil telpon melalu aplikasi whattsap tidak di angkat, sedangkan setatus telepon berdering membuktikan pesan masuk, pesan yang di kirim juga tidak di balas, sedangkan pesan dalam status contreng dua.
Sampai berita ini di terbitkan indometro.id jugabelum dapat comfirmasi langsung kepada Kepala Desa Selangor Anhar, indometro akan terus berusaha agar bisa mendapatkan tanggapan dari kepala Desa Selangor.
Awak media akan selalu meminta tanggapan kepada pihak terkait ketahanan pangan desa Selangor yang di duga gagal total.
Penulis: Mulyadi



Posting Komentar untuk "Ketahanan Pangan Desa Selango Gagal Total, Bisa Dijadi Contoh Kegagalan Tingkat Nasional "