Banda Aceh. Indometro. Id - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pendampingan Guru dalam Psikososial Siswa Satuan Pendidikan Terdampak Bencana” yang dilaksanakan di Banda Aceh beberapa hari lalu.
Kegiatan ini difokuskan pada upaya pemulihan kondisi psikologis guru dan siswa pascabencana banjir yang berdampak pada keberlangsungan proses pendidikan.
Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling UNESA, kepada media ini, Sabtu (21/2/2026), Dr Wiryo Nuryono MPd mengatakan, kegiatan ini juga menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) sebagai mitra dalam pelaksanaan program di lapangan.
Katanya, ia melibatkan tim yaitu, Restu Dwi Ariyanto MPd, Ela Nur Fadilah MPd, Muchammad Syuhada’ MPd serta mahasiswa.
Wiryo menjelaskan, rangkaian kegiatan PKM diawali dengan need assessment untuk memetakan kondisi psikososial guru dan siswa di satuan pendidikan terdampak.
Hasil asesmen tersebut ujarnya, menjadi dasar penyusunan program pelatihan dan pendampingan psikososial yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan sekolah pascabencana.
Dikatakannya, tim PKM melaksanakan pelatihan psikososial bagi guru dan siswa dengan fokus pada pengenalan dampak psikologis bencana, identifikasi gejala stres dan trauma, serta pengembangan keterampilan dasar dalam mengelola emosi.
"Melalui program pengabdian kepada Masyarakat, tim dosen Bimbingan dan Konseling UNESA memperkuat peran guru dalam pendampingan psikososial siswa di satuan pendidikan terdampak bencana banjir,” ungkap Wiryo.
Lebih lanjut ia menuturkan, pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif menggunakan metode Project Based Learning (PjBL), sehingga peserta terlibat aktif dan mampu menerapkan hasil pelatihan secara langsung di lingkungan sekolah.
"Melalui kegiatan ini, guru diperkuat perannya sebagai agen pendamping psikososial di sekolah, sementara siswa dibekali kemampuan untuk mengenali dan mengelola kondisi psikologisnya secara adaptif," kata Wiryo.
Diharapkannya, program ini mampu menciptakan kembali iklim belajar yang aman, suportif, dan kondusif di satuan pendidikan terdampak bencana.
Ia menambahkan, selain memberikan dampak langsung bagi mitra, kegiatan PKM ini juga menghasilkan berbagai luaran, antara lain buku saku pendampingan psikososial, artikel ilmiah, publikasi media massa, serta dokumentasi video kegiatan.
"Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi UNESA dalam mendukung pemulihan pendidikan dan kesejahteraan psikologis masyarakat terdampak bencana," imbuhnya. (*)




Posting Komentar untuk "UNESA Hadir di Aceh Dampingi Guru dan Siswa Pulih dari Dampak Psikososial Bencana"