SUBANG, INDOMETRO.ID – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2026 menjadi momen bersejarah bagi pengelolaan lingkungan di Kecamatan Subang. Camat Subang, Sumardi, S.STP., M.Si, memulai langkah nyata dan konkret dalam penanganan sampah dengan mendaftarkan diri sebagai nasabah Bank Sampah Karya Bhakti Sejahtera (KBS) yang berlokasi di RW 14 Kelurahan Sukamelang, Kabupaten Subang.
Langkah progresif ini bermula dari diskusi intensif terkait pengelolaan sampah di tingkat desa dan kelurahan. Menindaklanjuti diskusi tersebut, Camat Subang berinisiatif meninjau langsung operasional Bank Sampah KBS dan langsung mendaftar sebagai nasabah aktif.
Kini, sampah rumah tangga dari kediaman Camat Subang—meliputi kertas, plastik, dan jenis sampah anorganik lainnya—dipilah dan diangkut secara rutin oleh pengurus Bank Sampah KBS untuk dikelola menjadi material bernilai ekonomis.
Camat Subang, Sumardi, S.STP., M.Si, menegaskan bahwa persoalan sampah harus diselesaikan dari sumbernya, yakni rumah tangga.
"Perubahan perilaku harus dimulai dari teladan. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mulai memilah sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya dari rumah. Dengan memilah, setiap keluarga telah menjadi bagian dari solusi lingkungan di Kabupaten Subang," ujar Sumardi.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh Ketua Bank Sampah Karya Bhakti Sejahtera, Tita Andriani. Ia mengaku bangga dan terharu atas komitmen pimpinan wilayah yang bersedia turun langsung memberi contoh.
"Sebuah kehormatan bagi kami. Tidak disangka, Bapak Camat Subang bersedia menjadi nasabah dan memberi contoh nyata kepada masyarakat. Ini adalah suntikan motivasi besar bagi pengurus bank sampah dan warga," ungkap Tita.
Momentum HPSN 2026 ini menjadi sejarah baru sekaligus bukti nyata komitmen pimpinan dalam pengelolaan lingkungan. Diharapkan, langkah Camat Subang ini memicu tumbuhnya bank sampah lain di wilayah Kecamatan Subang, serta mendorong masyarakat luas untuk membiasakan diri memilah sampah dari rumah.
Mari pilah sampah dari rumah, karena sampah yang terpilah bukan hanya menjaga lingkungan — tapi juga bernilai rupiah.
Udin


Posting Komentar untuk "Camat Subang Jadi Nasabah Bank Sampah KBS, Tita Andriani: Suntikan Motivasi Besar"