Reduce bounce ratesindo Perayaan Ekaristi Rabu Abu 2026 di Gereja Santo Antonius Padua Rii-Beramese Berlangsung Khusyuk dan Penuh Hikmat - Indometro Media

Perayaan Ekaristi Rabu Abu 2026 di Gereja Santo Antonius Padua Rii-Beramese Berlangsung Khusyuk dan Penuh Hikmat

 















Ruteng, NTT, Indometro.id – Umat Katolik di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memadati Gereja Santo Antonius Padua Rii-Beamese pada Rabu (18/2/2026) untuk mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu sebagai tanda dimulainya Masa Prapaskah Tahun 2026.

Perayaan berlangsung dengan khusyuk dan penuh hikmat. Sekitar 1.500 umat hadir, terdiri dari orang dewasa serta para pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA di wilayah pusat paroki. Para siswa turut didampingi guru-guru mereka. Koor liturgi dipercayakan kepada SDK Rii yang dipimpin oleh Kepala Sekolah, Antonia Heni, S.Ag.

Rabu Abu: Tanda Pertobatan dan Kesadaran Diri

Dalam kata pengantar perayaan, RD. Herman Jewarut, Pr mengajak seluruh umat untuk memaknai penerimaan abu sebagai simbol pertobatan sejati. Abu menjadi pengingat bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu.

“Penerimaan abu bukan sekadar ritual, tetapi momentum refleksi diri. Kita diajak untuk menyadari keterbatasan sebagai manusia dan memperbaharui hidup dalam pertobatan,” ungkapnya.

Pertobatan Harus Nyata, Bukan Sekadar Kata

Dalam homilinya, RD. Herman menegaskan bahwa pertobatan tidak cukup hanya diucapkan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan konkret sehari-hari.

Ia menyinggung berbagai kebiasaan yang perlu ditinggalkan selama Masa Prapaskah, seperti merokok, datang terlambat ke sekolah, bolos, berjudi online, mabuk-mabukan, serta perilaku yang menyakiti sesama, orang tua, maupun guru.

“Segala kebiasaan buruk itu harus dikuburkan dalam-dalam dan dibuang jauh-jauh. Masa puasa adalah kesempatan untuk mengubah gaya hidup lama yang menyesatkan dalam kegelapan dosa,” tegasnya.

Umat juga diajak untuk memperbaiki kehidupan dalam keluarga, mengendalikan amarah, menghindari hiburan berlebihan, serta menjauh dari gaya hidup konsumtif yang tidak perlu.

Tiga Pilar Masa Prapaskah: Doa, Puasa, dan Sedekah

RD. Herman kembali mengingatkan bahwa terdapat tiga hal utama yang harus dijalankan selama Masa Prapaskah, yakni:

Berdoa secara lebih tekun dan rutin, termasuk mengikuti Perayaan Ekaristi setiap hari Minggu.

Berpuasa sebagai bentuk pengendalian diri dan solidaritas.

Bersedekah sebagai wujud kasih dan kepedulian kepada sesama.

Ketiga praktik tersebut menjadi pilar utama pertobatan yang nyata dan mendalam.

Perayaan Berlangsung Tertib dan Penuh Penghayatan

Sepanjang perayaan, suasana gereja berlangsung tenang, tertib, dan penuh penghayatan. Umat mengikuti seluruh rangkaian liturgi dengan sikap doa yang mendalam, menandai awal perjalanan rohani menuju Paskah 2026.

Perayaan Ekaristi Rabu Abu di Paroki Rii-Beramese menjadi momentum spiritual bagi umat untuk memperbarui diri, memperkuat iman, serta membangun komitmen hidup yang lebih baik selama Masa Prapaskah. 

(Yos G).

Posting Komentar untuk "Perayaan Ekaristi Rabu Abu 2026 di Gereja Santo Antonius Padua Rii-Beramese Berlangsung Khusyuk dan Penuh Hikmat"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?