SUBANG, INDOMETRO.ID - Sejumlah perangkat desa di Kabupaten Subang mengeluhkan keterlambatan pembayaran Penghasilan Tetap (Siltap) atau gaji yang sudah berjalan selama dua bulan terakhir. Hal ini menyebabkan kondisi ekonomi para perangkat desa kesulitan, mengingat gaji tersebut merupakan sumber pendapatan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah lonjakan kebutuhan ramadhan.
Salah satu perangkat desa di wilayah Kabupaten Subang yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi kondisi tersebut.
"Sudah dua bulan belum cair. Kami bingung, karena kebutuhan rumah tangga terus berjalan dan apalagi ini sudah bulan Puasa ramadhan. Ini cukup miris karena kami tetap masuk dan melayani warga setiap hari," ungkapnya melalui Pesan singkatnya kepada Indometro.id, Kamis (19/2).
Keterlambatan ini diprediksi berdampak pada kinerja layanan publik di tingkat desa. Ia juga berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Subang terkait percepatan pencairan anggaran tersebut, mengingat peranan perangkat desa yang vital di tingkat akar rumput.
"Harapannya segera cair. Kami paham ada prosedur administrasi, tapi mohon dimengerti juga bahwa ini hak kami yang sudah ditunaikan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti keterlambatan pencairan dana desa/alokasi dana desa di tahun 2026 ini.
Udin


Posting Komentar untuk "Dua Bulan Tak Gajian, Perangkat Desa di Subang Menjerit di Tengah Lonjakan Kebutuhan Ramadan"