Banda Aceh. Indometro. Id - Plt. Kadisdik Aceh Murthalamuddin, S.Pd., MSP melalui beberapa saluran Media Sosial menyampaikan bahwa memasuki bulan Ramadhan 1447 H/2026 M, warga sekolah SMA, SMK, dan SLB di Aceh perlu mengajak Murid - murid untuk memdalami ilmu agama beriringan dengan belajar Sains. Hal ini penting agar tidak menimbulkan dikotomi antara ilmu Agama dan dan ilmu- ilmu Sains agar Bangsa - bangsa Islam dapat kembali Bangkit sebagaimana tokoh -tokoh islam dulu sebelum barat berkembang
"Saya bukan sedang melakukan tausiah karena saya bukan ahli agama. Tapi ini adalah refleksi saya pribadi sebagai salah seorang Muslim dan pelaku di dunia pendidikan", sebut Murthalamuddin.
Menurut Plt. Kadisdik Aceh, Islam pernah berjaya menjadi pemimpin di dunia termasuk di bidang ilmu pengetahuan sains di masa keemasan Khalifah Abbasiyah dari abad ke-8 sampai abad ke-13.
Di mana terjadi banyak sekali perkembangan keilmuan di masa itu yang kemudian menjadi modal dasar berkembangnya ilmu-ilmu modern yang dikembangkan oleh mereka.
Di masa itu di Baghdad didirikan namanya Baitul Hikmah atau House of Wisdom. Yaitu perpustakaan dan pusat penerjemahan karya-karya klasik Yunani, Persia dan India ke dalam bahasa Arab. Dan kemudian dikembangkan pada pusat intelektual di Baghdad, Cordoba, Kairo dan Bukhara menjadi pusat-pusat peradaban yang kemudian melahirkan banyak tokoh inovator di dalam Islam.
Penemu-penemu ilmiah di dalam Islam seperti Al-Khawarijmi dengan matematika dan astronomi. Ibnu Sina dengan kedokteran. Jabir Al-Hayan dengan kimia. Al-Razi dengan kedokteran. Al-Battani dengan astronomi. Dan banyak lagi termasuk Al-Ghazali dan lain-lain sebagainya.
Mereka yang kemudian bukan hanya melahirkan karya dari segi keagamaan tapi mereka adalah ahli di bidang sains yang membuat dunia berkembang. Dan ilmu-ilmu itu terjadi ketika di Eropa, di dunia barat sedang mengalami masa kegelapan.
Lalu setelah abad ke-13, Islam jatuh kerana pertikaian kekuasaan, kerana lemahnya pemahaman dan kemudian beralih dari pengagungan kepada sains dan akal sehat kepada dogmatis. Lalu lahir seperti teori-teori bahwa jangan mengejar dunia, memperbanyak zikir, seolah-olah menuntut ilmu hanya untuk keperluan akhirat. Muncullah dikotomi antara ilmu agama dengan ilmu-ilmu sains sehingga Islam mundur sampai hari ini.
Ini membuktikan bahwa kita Islam hari ini tak lebih daripada umat yang bisa dibola-bolai orang barat. Umat islam seperti kata Rasulullah seperti buih di lautan. Kita lihat bagaimana ketidakmampuan kita membela saudara kita di Palestina yang tertindas
Ketidakmampuan kita di bidang ekonomi sehingga seluruh komponen ekonomi kita hari ini adalah miliknya orang-orang non muslem. Produk-produk yang kita gunakan bahkan ketika kita mati adalah hasil produksi orang lain yaitu non-muslim. Maka oleh kerana itu kebangkitan Islam hanya melalui ilmu pengetahuan terutama pengetahuan tentang sains yang dibarengi penguatan ilmu agama.
Tidak melulu dengan dogma-dogma jangan mengejar dunia. Jangan perbanyak ilmu agama kerana sesungguhnya dunia diciptakan seperti di ayat pertama yang dikatakan kita diperintahkan untuk membaca (Iqra').
Maka membaca itu artinya menggunakan indra mata dan pikiran kita untuk menemukan hal-hal yang oleh Allah telah izinkan namun belum kita ketahui. Itu sebagai perintah surat Al-Alaq, tutup Bapak Murthalamuddin.



Posting Komentar untuk "Belajarlah Sains dan Perkuat ilmu Agama : Refleksi Plt. Kadisdik Aceh dari Kunjungan ke Sejumlah Sekolah di Aceh"