Reduce bounce ratesindo Program MBG SD-SMP Waringin Sari Timur Dikritik Warga, Menu Dinilai Tak Sesuai Anggaran Pemerintah - Indometro Media

Program MBG SD-SMP Waringin Sari Timur Dikritik Warga, Menu Dinilai Tak Sesuai Anggaran Pemerintah


Pringsewu, indometro.id – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Pekon Waringin Sari Timur, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, menuai kritik dari warga dan wali murid. Mereka menilai kualitas serta kuantitas makanan yang disalurkan tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah.

Dari hasil pantauan dan keterangan wali murid, menu makanan yang diberikan kepada siswa disebut belum pernah mencapai nilai anggaran yang telah ditetapkan. Pada Sabtu lalu, misalnya, siswa hanya menerima satu buah apel, 10 biji kacang tanah, lima butir telur puyuh, dan dua lembar roti tawar. Jika dihitung berdasarkan harga pasaran, nilai menu tersebut diperkirakan hanya sekitar Rp7 ribu per siswa.

Seorang wali murid yang ditemui pada Minggu (8/2/2026) mengaku khawatir dengan pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut sejak berjalan selama satu pekan, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang berbasis di Pekon Enggal Rejo menyajikan menu yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran.
“Menu yang diberikan aneh-aneh dan tidak sesuai dengan budget pemerintah, pokoknya setiap menu tidak sampai Rp10 ribuan per siswa,” ujarnya.

Tim media kemudian mengunjungi salah satu sekolah penerima manfaat, yakni SMPN 2 Adiluwih, dan mewawancarai Kepala Sekolah Muhsin, S.Pd. Saat ditanya mengenai kesesuaian menu dengan alokasi anggaran per siswa, ia belum dapat memberikan penjelasan dan mengarahkan agar konfirmasi dilakukan kepada pemilik SPPG di Pekon Enggal Rejo.

Upaya konfirmasi dilanjutkan ke lokasi SPPG Enggal Rejo yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan MBG. Namun, saat tim media mendatangi lokasi, tidak ada pihak manajemen maupun pemilik yang dapat ditemui untuk memberikan keterangan terkait keluhan masyarakat.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga akan adanya dugaan penyelewengan anggaran dalam program MBG. Selisih antara alokasi dana dan nilai makanan yang diterima siswa dinilai cukup signifikan dan berpotensi menimbulkan kerugian negara jika tidak segera ditelusuri.

Masyarakat berharap pemerintah daerah Kabupaten Pringsewu bersama dinas terkait segera melakukan investigasi dan mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran. Program MBG dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan asupan gizi siswa, sehingga pelaksanaannya harus transparan dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen maupun pemilik SPPG Enggal Rejo belum memberikan tanggapan resmi. Tim media masih menunggu klarifikasi dan akan terus memantau perkembangan kasus ini.(*)

Posting Komentar untuk "Program MBG SD-SMP Waringin Sari Timur Dikritik Warga, Menu Dinilai Tak Sesuai Anggaran Pemerintah"

PELUANG TIAP DAERAH 1 ?