-->

Iklan

Temukan Kami DI Fb

Halaman

Temuan Ratusan Jerigen Timbunan BBM Siluman Beserta Alat Tera di Utara Pertamina SPBU Diamankan Polres Probolinggo

Sabtu, 05 November 2022, November 05, 2022 WIB Last Updated 2022-11-25T06:15:34Z
iklan disini :



Dok visual INDOMETRO.ID tera yang diduga milik SPBU.54.672.21 Desa Curahsawo Kec Gendinng .

 

PROBOLINGGO-INDOMETRO.ID Diduga SPBU. 54.672.21 yang berlokasi di Desa Curahsawo milik PT. Walisongo yang masih kerabat Hasan Aminudin mantan Bupati Probolinggo, yang beralamatkan di Desa Krangkang Kecamatan Krasaan, sejak dulu SPBU tersebut menjadi ladang para penimbun BBM Subsidi .   Ironisnya sampai saat ini tidak ada satupun yang tersentu hukum padahal jelas dalam UU migas menimbun BBM bersubsidi jelas melangar hukum (ucap LSM GMAS).

Dok visual Indometro  sidak BBM subsidi bersama Divisi TIPIDTER Polres Probolinggo.

Menindak lanjuti dari hasil pantauan Lembaga Swadaya Masyarakat LSM GMAS kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Kabupaten Probolinggo, atas hasil sidak BBM bersubsidi di SPBU 54.672.21 di Desa Curahsawo Kecamatan Gending oleh Polres divisi Tipiter juga dihadiri dari polsek Gending dan Koramil Gending atas laporan LSM GMAS melalui telepon pada tanggal 11 september 2022 .

Kejadian tersebut bermula dari pengaduan masyarakat pedagang bensin eceran dan konsumen yang terpaksa membeli mahalnya harga bensin eceran jenis pertalite yang di jual oleh pedagang eceran di karenakan susah nya mendapatkan bensin pertalite di wilayah tersebut , pedagan eceran pun mengeluh terpaksa atas pembelian yang telah di politik dagang oleh pemasok yang menguasai pom bensin yang di jual kepada pegecer Rp. 400.000 - 415.000 per jeringen isi 35 liter itu pun terkadang isinya tidak sampai 35 liter. ( ucap pengecer ). Dari pengaduan tersebut Lembaga Swadaya Masyarakat LSM GMAS mencari info seperti apa pernyaluran dan cara pengambilanya BBM subsidi dari SPBU. Beberapa bulan tim LSM GMAS melakukan penggamatan seperti apa modus dan cara kerja kegiatan penimbunan di SBPU yang berlokasi di desa curahsawo . 


Menurut keterangan LSM GMAS dari kegiatan tersebut di koordinatori oleh pegawai pom bensin dan beberapa pengusaha supplier kapasitas besar , di tiap jerigen dikenakan iuran kepada koordinator pom bensin sebesar Rp. 3000 Rupiah di SPBU. 54.672.21. supplier kapasitas besar  itu yang menjadi pemasok kepengecer . Kordinator tersebut dalam pengambilan mencapai ribuan liter BBM jenis pertalite (ucap salah satu pengurus pom yang enggan disebutkan Namanya).

Informasi yang di dapat dari LSM GMAS atas wawancara dengan salah satu kordinator lapangan dan sekaligus pengepul BBM Subsidi inisial (B) diduga sebagai pengepul besar untuk dipasok ke pengecer di Desa-desa . Diduga inisial (B) tersebut mengambil keuntungan yang sangat besar utuk di jual kembali kepada pedagang pengecer kecil , dugaan kegiatan tersebut dapat berjalan lancar adanya perlindungan dari oknum APH dan beberapa oknum media di karenakan adanya setoran rutin . Informasi dari LSM GMAS bawasanya sudah pernah dihubungi yang  oleh oknum media sebagai salah satu backup , bahwasanya  laporan LSM GMAS tersebut tidak akan berlanjut .  

Lembaga Swadaya Masyarakat LSM GMAS berkordinasi dengan Kapolres AKBP Teuku Arsya Khadafi perihal atas 3 (tiga) laporan , salah satunya perihal penimbunan BBM yang sampai saat ini belum ada proges (ucap Usman). Bahwa Bapak Kapolres AKBP mengatakan memang memberi perhatian khusus untuk masalah BBM subsidi dan masih dalam pendalaman pasti akan kami tindak atas kegiatan penimbunan BBM yang merugikan masyarakat (Ucap Bapak Kapolres Arsya).

Beri Komentar Dong!

Tampilkan

Terkini

Nasional

+