Tulang bawang,indometro.id - widiyono ataw biasa disapa wiwiet .34 tahun warga desa purwajaya Banjar agung kabupaten tulang bawang ,terbilang cukup sukses mengeruti usaha berternak burung murai batu sejak tahun 2019 sampai dengan sekarang
Murai batu yang banyak penggemarnya dan karakter burung petarung dengan ocehan yang indah menjadi daya pikat tersendiri ,tidak heran kalau harga burung murai ini memilki harga yang cukup tinggi
Selama masa pandemi ini tidak begitu berpengaruhi penjualannya ,kerja dirumah saja bisa fokus bertenak .
selama masa pandemi covid 19 tahun 2020 yang lalu .saat bulan suci ramadhan ia masih bisa berbagi trotoran murai melalui undian Ring APBN dan undian lain nya .insyaah Allah tahun 2022 bisa berbagi rezeki ucap. wiwiet
saat ini pak wiwiet sudah mempunyai 4 pasang penangkaran yang diberi nama Kramat alas Purwa (KAP) yang tergabung di APBN (Asosiasi penangkar burung nusantara) korwil Lampung.dan sudah berproduksi kalau dirata - rata dalam setahun mampu menjual kurang lebih 40 trotoran ataw anakkan ( sudah mandiri )
Untuk harga trotoran ocehan trah ombyokkan bervariasi,Kap 01 dibanderol 2 - 2.5 juta dan Kap02 s/d 04 sekitar 1.6 - 1.8 juta, itupun diberi keringanan bisa cash,tempo dan bisa sistem menabung ucap wiwiet
Saat berbincang dengan awak media dikediamannya ,Rabu (22/12/2021) pukul 11:30 wib pak wiwiet mengatakan mengaku dulunya merupakan buruh tani karet ( deres getah karet ) ia mulai menekuni berternak mulai dari awal satu pasang trotoran anakkan hingga mempunyai beberapa pasang saat ini. Arti dari Kramat Alas Purwa ( KAP ) berawal dari inspirasi,ide dan nama desa purwajaya ujar wiwiet
Selain mempunyai penangkaran murai batu, pak wiwiet dan anggota tim kramat alas Purwa ( KAP ) selalu ikut serta dalam ajang kompetisi kontes kicau mania yang diadakan di berbagai kabupaten Menang ataw kalau itu urutan no dua yang penting kekompakkan dan persaudaraan terjaga.


Posting Komentar untuk "Peternak Murai batu kramat alas purwa tak goyah diterpa pandemi"